Rabu, 11 Maret 2020

Tips membeli rumah syariah

Posted by Perumahan asri 19.22, under | 1 comment

Penipuan KPR syariah di Indonesia baru - baru ini terungkap. Dengan tidak adanya bunga, denda dan sita membuat banyak orang tergiur. Dengan iming-iming rumah dengan harga miring syariah pembeli melupakan banyak hal yang perlu diperhatikan.

Seperti yang dikutip dari finance.detik.com, agar tak menjadi korban penipuan dari para pengembang properti abal, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah harus melakukan pendataan dan melakukan monitoring serta berkoordonasi dengan semua pengembang properti yang ada di daerahnya.
Selain itu, Khalawi juga menambahkan ada beberapa catatan penting atau tips yang harus diperhatikan masyarakat ketika ingin membeli rumah lewat pengembang, antara lain:

1. Pahami Sistem Pembayaran Syariah

Bukan rumah syariah, melainkan hanya sistem pembayarannya saja yang menggunakan sistem syariah islam, yaitu transaksi tanpa adanya bunga dan denda, akad jual atau beli tanpa ada perantara (bank) alias dilakukan langsung oleh pemilik dan pembeli, harga jual tidak akan berubah sejak akad, tidak ada asuransi, tanpa adanya sita jika pembeli mengalami kendala keuangan dan tak sanggup melunasi cicilan.

2. Perhatikan Dokumen Penting saat Beli Rumah

Masyarakat jangan mudah tergiur dengan harga murah. Paling penting yang harus diperhatikan terlebih dahulu adalah Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan site plan yang dimiliki oleh pengembang perumahan yang bersangkutan.

3. Cek Kelegalan Pengembang Properti di SIRENG

Bagi masyarakat yang ingin membeli rumah lewat pengembang properti, sebaiknya cek kelegalan pengembang tersebut di aplikasi Sistem Registrasi Pengembang (SIRENG) atau akses langsung di www.sireng.pu.go.id.
Bukan hanya itu saja, masyarakat juga bisa melihat identitas 13.793 pengembang dan 19 asosiasi perumahan terdaftar (REI, Himperra, Apersi dan lainnya) yang melaksanakan pembangunan rumah subsidi di Indonesia.

Cermat Sebelum Membeli

Masyarakat harus cermat terlebih dahulu sebelum membeli rumah jika tak ingin merugi di kemudian hari karena ditipu oleh pengembang properti abal. Sebaiknya masyarakat jangan hanya melihat harga yang murah saja, tapi lihat juga secara keseluruhan mengenai informasi pengembang perumahannya. Jika perlu, pilih saja pengembang yang sudah terdaftar di SIRENG. Selain lebih mudah dalam memilih pengembang properti, pastinya juga akan lebih aman.
Demikian tips membeli rumah syariah.

Selasa, 10 Maret 2020

Cimory dairy land prigen

Posted by Perumahan asri 18.00, under | 1 comment

Cimory dayri land prigen yang menyajikan keindahan alam, peternakan sapi dan aibnya. Cimory dairy land prigen semenjak di buka pengunjung begitu banyak hingga melebihi kapasitas.
Lokasi Cimory dairy land prigen

Mendapatkan teguran dari DPRD setempat mengingat lokasi merupakan daerah perbukitan sehingga pihak Cimory dairy land prigen di minta menambah besar penyangga gedung dan pondasi. Untuk sementara di tutup, saat telah di buka kembali terjadi kejadian pagar roboh dan saat ini sudah beroperasi kembali.

Ingin punya rumah dekat Cimory dairy land prigen?
Kami solusinya.
Rumah pedesaan yang sejuk telah hadir untuk membuat nyaman anda. Dengan desain yang sederhana, kawasan asri, penduduk yang ramah akan membuat anda betah di sini. Bukan itu saja, rumah kawasan wisata akan lebih memudahkan menghabiskan waktu libur panjang untuk lebih hemat waktu dan tenaga untuk liburan ke tempat wisata yang ingin anda kunjungi. Rumah pedesaan akses jalan lebar akan memudahkan anda untuk berpergian dan memarkir kendaraan.

Tunggu apalagi pesan sekarang, cuma sisa 9 unit saja..
Pemesanan wa ke 085748 434705



Rabu, 12 Desember 2018

Heboh, rapat tidak di beri ongkos, guru ini jalan kaki

Posted by Perumahan asri 19.28, under | 1 comment

Rabu, 12 Desember 2018 warga borsek, desa: sumber gedang, pandaan heboh melihat seorang guru sukwan yang sudah lama mengajar di SDN sumber gedang 2 berjalan kaki. Saat di tanya beliau menjawab hendak pergi rapat di UPT pandaan. Kenapa berjalan kaki ? Tidak punya uang.

Bisa di bayangkan jauhnya berjalan kaki dari SDN Sumbergedang 2 ke UPT pandaan di bawah terik matahari. Bukan hanya capek tapi juga membuang waktu dan mengurangi daya konsentrasi saat rapat.

Beberapa warga langsung memberitahu orang tua sang guru. Mendengar laporan warga, ayah dari guru sukwan perempuan tersebut marah dan mendatangi sekolah tempat putrinya berkerja. Ayah perempuan tersebut menanyakan perihal yang terjadi pada putrinya. Di tugaskan rapat namun tidak di beri ongkos menuju rapat walaupun tempat rapat jauh.
Sangat di sayangkan sang ayah, kepala sekolah SDN Sumbergedang 2 memberikan jawaban " lawong putri bapak tidak minta ongkos "

Beginikah dunia pendidikan saat ini ??
Seorang yang berkerja menjalankan tugas mulia dengan gaji Rp 500.000 per bulan, bahkan terkadang jarang tidur untuk menyusun laporan dana BOS masih harus mengeluarkan uang pribadi untuk tugas keluar sekolah. Apakah seorang pegawai harus mengemis uang ongkos untuk menjalankan tugas keluar ??

Tidak kah uang ongkos tugas keluar di berikan saat perintah tugas keluar di berikan??

Di ketahui warga, perempuan tersebut sebagai guru sukwan lebih dari 10 tahun dan tinggal di impress ( perumahan sekolah ).
Perempuan tersebut lulusan D2 PGSD, mengabdi dengan gaji awal Rp 150.000 perbulan namun beliau tetap bertahan. Berjalannya waktu pemerintah mewajibkan setiap guru berijazah minimal S1, beliau pun kuliah di IKIP Budi Utomo Malang untuk memenuhi syarat tersebut.
Kelulusan bukan kesuksesan menjadi guru yang di dapatkan, namun pemerintah merubah peraturan yang mewajibkan guru SD berijazah S1 PGSD.
Persyaratan ini yang membuat sang guru sukwan tidak lagi di ijinkan mengajar namun di berikan tugas menyusun laporan keuangan dana BOS. Inilah awal dari penderitaan sang guru. Sebagai penyusun laporan dana BOS, sering sekali di tugaskan untuk rapat namun jarang di berikan ongkos tugas keluar. Pernah juga tugas rapat di hotel Ina Tretes sebagai wakil dari SDN Sumbergedang 2 pandaan bersama wakil dari SDN lainnya. Terdengar kabar, tugas keluar rapat hotel Ina juga tidak di beri ongkos sepeserpun dari sekolah walaupun tugas lebih dari sehari. Entah ini peraturan pemerintah atau kebijakan sekolah ??
Karena sekolah lain seperti MI junggo perwakilannya mengaku di beri ongkos Rp 300.000 untuk jajan dan transportasi.

Banyak pertanyaan mengapa masih bertahan??
Jawabannya : besarnya keinginan mengabdi kepada negara menjadi seorang guru, bahkan beliau saat ini kuliah lagi S1 PGSD di Ma'arif pandaan semester akhir.