Minggu, 29 Mei 2011

Wabah tikus menyerang persawahan

Posted by Haf Sari 11.15, under | No comments

Awal tahun 2011 merupaka tahun dimana musim hujan berlangsung sangat lama. Hal ini mengakibatkan petani didesa saya gagal panen. Saat padi mulai berbuah hujan turun sangat deras membuat tanaman padi roboh dan tidak berbuah. Bukan itu saja hama penyakit yang biasa disebut merah itupun meraja lelah. Banyak petani yang gagal panen sejak tanaman sudah berusia 2 bulan. Tanaman menjadi merah dan akhirnya mati. Kata para petani ini disebabkan terlalu banyak debit air yang masuk kepersawahan sehingga tanaman padi terus terendam air dan busuk. 
Awal tahun 2011 merupakan awal tahun suram bagi petani. Padi yang berhasil selamat dari penyakit dan berhasil dipanenpun menjadi tidak laku dijual. Tengkulak mematok harga gabah sangat murah karena hujan terus saja mengguyur sehingga para petani tidak bisa menjemur padinya. Banyak padi yang tumbuh tunas, banyak juga yang busuk. Selain busuk dan tumbuh tunas padi juga yang dipanen saat musim hujan warnanya agak gelap dan muncul hitam-hitamnya, sehingga berasnya tidak enak dimakan serta tidak laku dijual.
Belum lepas dari kerugian parah petani menanam lagi dan hujanpun sudah tidak terlalu sering turun. Cobaan petani tidak berhenti begitu saja. Sekarang malah populasi tikus sangat besar dan memakan padi yang mulai berbuah. Sungguh bertubi-tubi kerugian yang dialami petani. Berbagai usaha telah dilakukan misal memberi racun tikus namun tetap saja dan makin menjadi-jadi. Adapulah warga yang menempatkan ketelah pohon di sekeliling sawah agar tikus tidak memakan padi melainkan memakan ketela tersebut. Namun cara ini tidak cukup efektif. Bantuan pemerintahpun tidak kunjung datang, walaupun datang tetap saja tidak tepat sasaran. Didesa saya ada uang yang dipinjamkan kepada petani katanya dari pertanian. Namun disayangkan sertiap pinjaman Rp 100.000 pengembalian Rp 110.000 bisa dibilang bunga 10%. Bantuan pupuk dan bibit juga sudah ada namun tidak semua petani mendapatkannya walaupun harus bayar biayaya transpot dari kabupaten. 
Tradisi kembali kemasa lalu, ada sebagian warga yang percaya untuk menanggulangi wabah tikus meluas dengan cara mengambil batang padi bekas padi dan meletakan diatas tungku bagian belakang sehingga terbakar saat memasak. Hal ini dipercaya sejak dulu agar tikus tidak lagi memakan tanaman padi mereka. Sejak dahulu dipercaya bahwa tanaman padi dimakan tikus dikarenakan kebiasaan orang tersebut makan didepan tungku. Entah itu makan nasi ataupun sekedar cemilan. Cara ini ternyata cukup efektif, dengan dilakukan hal itu kerusakan padi tidak terus meluas.




0 komentar: