Sabtu, 09 Juli 2016

pengenalan kata haram pada anak

Posted by Haf Sari 10.36, under | No comments

pengenalan kata haram pada anak. budaya sensor mandiri. seorang anak akan cepat meniru apa yang orang katakan baik itu kata yang di katakan orang tua ataupun orang di sekitarnya. kali ini aku akan bercerita bagaimana bapak mengajarkan berkata tidak untuk yang haram. kata haram dalam islam menunjukan sesuatu yang di larang.
seperti biasa aku ke rumah bapak setiap kali akan berangkat sekolah. entah itu di beri uang saku atau tidak. suatu ketika aku kerumah bapak dan bapak berkata bahwa beliau tidak memiliki uang sedangkan bapak sedang memegang uang. bapak menjelaskan bahwa aku tidak boleh meminta uang itu karena uang itu adalah hasil judi. hasil judi menurut agama adalah haram.
budaya sensor mandiri. akupun pergi ke sekolah dengan rasa kecewa dan sedih. hari itu aku berangkat sekolah tanpa membawa uang seikitpun. bukan hari itu saja namun berkali kali bapak melakukannya. sehingga akupun terbiasa bahwa aku tidak boleh memakai uang atau hasil sesuatu yang di larang agama walaupun aku membutuhkannya. setelah dewasa aku mengerti hal itu adalah salah satu cara bapak melindungi anaknya dari hal yang di larang agama. dan aku tahu saat itu mungkin bapak lebih sedih dan kecewa saat tidak dapat memberi uang saku padaku. aku mungkin dulu sedih dan kecewa dengan apa yang di lakukan bapak namun sekarang aku justru setuju apa yang di lakukan bapak. tanggung jawab orang tua begitu besar sehingga orang tua harus melakukan sesuatu yang beliau sendiri tidak ingin melakukannya hanya untuk membuat anaknya mengerti sesuatu yang boleh dan tidak. agar seorang anak bisa membuat keputusan yang benar alam kehiupan sehari hari.

budaya sensor mandiri

zakat fittra tidak wajib

Posted by Haf Sari 10.36, under | No comments

zakat fitra tidak wajib
tiga hari sebelum hari raya saat menunggu adzan isya. seorang tetangga ke rumah henak meminjam beras dua puluh lima kilo. sontak ibu bertanya untuk apa pinjam beras sebanyak itu? tetanggaku langsung menjawaab ada seorang temanku meminjam untuk makan hingga lebaran dan zakat fitra. aku bersedia meminjami beras tapi bukan untuk zakat fitra melainkan hanya untuk di makan dua kilo. jawab ibuku. bukannya pelit tapi seaungguhnya zakat fitra wajib bagi yang mampu dan zakat fitra tidak wajib bagi yang tidak mampu.
ukuran tidak wajib zakat fitra adalah jika seseorang memiliki bahan makanan untuk dirinya dan keluarganya hingga satu hari di hari raya saja atau jika ia membayar zakat maka ia tidak memiliki bahan makanan cukup sekeluarga saat hari raya. jadi tidak di anjurkan seseorang membayar zakat dengan hutang. untuk makansehari hari saja tidak ada malah mau hutang untuk zakat fitrah. sebuah riwayat yang dapat menjadi patokan adalah


عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : ابْدَأْ بِنَفْسِكَ فَتَصَدَّقْ عَلَيْهَا ، فَإِنْ فَضَلَ شَيْءٌ فَلِأَهْلِكَ ، فَإِنْ فَضَلَ مِنْ أَهْلِكَ شَيْءٌ فَلِذَوِي قَرَابَتِكَ (رواه الشيخان)
Dari Jabir ra Rasulallah saw bersabda: “Mulailah dari dirimu. Maka nafkahilah dirimu. Apabila ada kelebihan, maka peruntukkanlah bagi keluargamu. Apabila masih ada sisa kelebihan (setelah memberikan nafkah) terhadap keluargamu, maka peruntukkanlah bagi kerabat dekatmu.”  (HR. Bukhari Muslim

Kamis, 07 Juli 2016

silaturahmi keliling rt satu wilo

Posted by Haf Sari 10.59, under | No comments

silaturahmi keliling wilo merupakan kegiatan rutin warga rt satu dusun wilo desa ketan ireng. kegiatan rutin yang di laksanakan setiap hari kedua hari raya idul fitri. idul fitri identik dengan bermanfaat namun pernakah bersilaturahmi dengan tetangga satu dusun? janankan satu dusun satu rt saja engan untuk di datangi satu persatu. namun dengan keiatan ini warga rt satu mengunjungi satu persatu bergantian bersama yang di mulai dan berkumpul dari rumah ketua rt. dengan kegiatan ini pulah kita jadi semangat bersilaturahmi berjamaah. jadi silaturahmi bukan hanya dengan saudara yang kebanyakanjauh. tapi silaturahmi yang utama kepada tetangga karena komunikasi paling sering dengan tetangga sehingga semakin banyak kesalahan kita kepada tetangga. semoga kegiatan ini terus di lestarikan dari generasi ke generasi..aamiin