Kamis, 03 Februari 2011

Barongsai dan Imlek

Posted by Haf Sari 13.30, under | No comments


Barongsai dan imlek merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan. Seperti halnya dengan idul fitri dan ketupat sayur. Barongsai dipercaya sebagai pembawa keberuntungan jadi barongsai digelar setiap Imlek atau tahun baru Imlek sebagai pengharapan tahun ini lebih baik. Tahun kelinci emas yang dipercaya tahun baik dari tahun kemarin. Bukan hanya saat tahun baru Imlek namun saat pembukaan toko atau klenteng juga digelar barongsai. Dengan pengharapan toko atau kelenteng mendapatkan keberuntungan atau rejeki yang besar. Kesenian Barongsai mulai populer di zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun 420-589 Masehi. Seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan. Sejak saat itu barongsai ada dan semakin berkembang dan tenar hingga sekarang. Masyarakat tionghoa juga percaya barongsai sebagai pembawa keberuntungan. Barongsai terdiri dari 2 yaitu:
1. Singa utara

Singa utara memiliki ciri surai ikan dan berkaki 4 dan gerakannya mirip dengan peringai singa. Gerakan dari singa utara lebih linca dan gerakannya berirama karena memiliki empat kaki.
2. Singa selatan

Singa selatan memiliki ciri berkaki berfariasi yaitu dua atau empat. Memiliki sisik dan tanduk sehingga lebih mirip dengan binatang kilin. Gerakan Singa selatan memiliki ciri gerak kepala yang keras dan melonjak-lonjak mengiringi tabuh gong dan tambur.


Persamaan dari Singa utara dan Singa selatan adalah diiringi oleh penari lain yang memakai topeng dan kipas sebagai pengantar sang singa ketempat amplop yang berisi uang disimpan. Sesuai kepercayaan masyarakat tionghoa barongsai merupakan pembawa keberuntungan maka mereka yang ingin untung besar berlomba mengisi ampau. Mereka yakin semakin besar mengisi ampau semakin besar pula keuntungan yang mereka dapat sepanjang tahun ini. Barongsai akan memakan amplop tersebut biasanya amplop ditempeli dengan selada air sebagai lambang hadia untuk sang singa. Proses memakan ampau berlangsung sekitar separuh permainan dan ini disebut lay see.
Sekarang permainan barongsai sangat marak bukan hanya dimainkan para etnik tionghoa namun rakyat pribumi Indonesia juga banyak yang belajar tari tersebut. Tahun ini merupakan tahun Kelinci emas yang diyakini akan lebih baik. Tidak seperti tahun kemarin yang banyak bencana. Tahun ini perayaan imlek lebih besar dan diharapkan lebih memberikan rejeki yang besar. Tahun kelinci emas merupakan tahun pemulihan dari tahun kemarin. Selain barongsai sebenarnya ada satu lagi kebudayaan masyarakat tionghoa yaitu Liong Say. Dengan menggunakan ekor yang panjang dan kepala berupa perisai bulat yang dihias seperti barongsai yang menyerupai naga.

0 komentar: