Jumat, 08 April 2011

ciri khas dapur orang desa

Posted by Haf Sari 11.41, under | No comments

Seperti kita ketahui rumah di pedesaan selalu dengan identik dengan kesederhanaan. Pekarangan yang luas merupakan ciri kebanyakan rumah dipedesaan. Dengan berbagai tanaman yang menghasilkan seperti ketela pohon, cabe, mangga, rambutan, pisang dll. Mereka warga pedesaan kebanyakan hampir tidak pernah membeli sayur karena mereka selalu menanam sendiri untuk kebutuhannya. Kehidupan masyarakat desa tidak terpengaruh secara kebutuhan pangan mengenai lonjakan harga. 



Bukan itu saja dapur mereka juga memiliki ciri yang tidak dimiliki oleh orang diperkotaan. Mereka selalu memasak dengan memakai tungku yang bahan bakarnya adalah ranting kering. Senangnya memasak ditungku, apalagi saat hujan turun hem...jadi hangat...

Hasil masakan dari penanakan menggunakan tungku, kompor dan megicom sangat berbeda rasanya. Rasadari masakan yang dimasak menggunakan tungku menjadi lebih gurih dan nikmat. Kebiasaan orang pedalaman saat hujan turun adalah memasak makanan ditungku kadang membuat marning jagung atau memasak ketela pohon. Hampir setiap dapur mengeluarkan asap saat hujan turun.
          


Bukan itu saja warga pedesaan memiliki cara untuk mengawetkan bahan makanan terutama palawija sampai lebih dari setahun yaitu di sangga atau bisa disebut meletakan diatas perapian. Para warga pedesaan menyanggra bahan makanan agar awet dan tidak dimakan serangga seperti semut atau ngengat. Mengawetkan bahan makanan hingga panen yang akan datang, bukan itu saja mereka juga melakukan hal yang sama untuk benih tanam yang akan datang. menurut mereka benih dari hasil panen yang baru jarang tumbuh, untuk benih harus menggunakan hasil panen sebelumnya agar tanamannya lebih bagus tumbuhnya.

0 komentar: