Minggu, 08 Mei 2011

mapen 2011 : Meraih mimpi masa kecil

Posted by Haf Sari 19.34, under | 1 comment

Pak jupri : Mbak ifa kemari
Ifa : Iya pak
Ifa pun masuk kantor
Ifa : Iya ada apa pak?
Pak jupri : silahkan duduk,
oya mbak, mbak mau melunasi pembayaran spp kapan? Ini sudah nunggak 2 bulan.
Ifa : Iya pak, orang tua saya masih usahakan untuk mencari uang. Tolong beri waktu lagi.
Pak Jupri : Baiklah saya beri waktu sampai satu minggu sebelum ujian semester di laksanakan dan saya harap mbak ifa juga membayar uang ujiannya sekalian. Saya juga tidak bisa apa-apa jika mbak ifa tidak bisa mengikuti ujian semester sebelum semua biaya terlunasi ini sudah kebijakan kampus.
Ifa : Kami usahakan secepatnya membayar.
Pak Jupri : Syukurlah kalau begitu.
Ifa : Kalau begitu saya pamit pak, selamat siang
Pak Jupri : iya, selamat siang.

Sore harinya dirumah.
Ifa : Ibu bagaimana ni..? SPP sudah menunggak 2 bulan jika tidak dilunasi saya tidak bisa ikut ujian semester. Belum lagi bayar biaya ujiannya..
Ibu ani : Iya, ibu mengerti tapi mau bagaimana lagi? Kemarin baru bayar SPP dan semester adik kamu. Itu saja dapat hutang pak Budi. Kamu sendiri tahu sekarang lagi musim paceklik. Untuk makan saja lauknya seadanya. Kasian bapak kamu banyak pikiran.
Ifa : Iya.. bagaimana kalau saya bekerja saja.
Ibu ani : Bagaimana kuliah kamu? Apa tidak terganggu? Bapak tidak mungkin mengijinkan jika itu mengganggu kuliah kamu. Bapak kamu ingin kamu lulus kuliah dan menjadi Guru seperti yang kamu impikan sejak kecil.
Ifa : Saya usahakan tidak mengganggu kuliah bu. Ada teman saya yang kerjanya untuk hari sabtu setenga hari dan pulang jam 10.00, sedangkan minggunya libur. Saya kuliahnya kan hari sabtu masuk jam 13.00 wib dan hari minggunya jam 07.30 WIB. Jadi bisa menyesuaikan bu.
Ibu ani : Bagaimana belajarnya? Walaupun kamu kuliah Cuma 2 hari tapi kamu butuh belajar di rumah.
Ifa : Untuk hari senin sampai jum’at pulang jam 14.00 Wib bu. Jadi sorenya bisa belajar kan bu.
Ibu ani : Ya sudah kalau itu kemauanmu. Tapi sebelumnya kamu ijin duluh ke bapak.
Malam hari jam 20.30 di ruang tamu.
Ifa : Pak saya mau bekerja.
Pak sukri : Kenapa? Kamu kan masih kuliah. Bapak gak setuju, emang kamu mau bekerja di mana?
Ifa : Saya ingin bisa bayar kuliah sendiri pak ikut teman, Bapak juga tidak perluh kawatir setiap harinya saya kerja mulai pukul 06.00 dan pulang jam 14.00 sedangkan untuk hari sabtu pulangnya jam 10.00 dan hari minggunya libur, jadi masih bisa kuliah juga belajar.
Ibu ani : Udah pak ijinkan saja, toh anaknya uda besar, sudah bisa jaga diri biar bisa belajar mandiri. Kan bagus pak demi masa depannya juga kelak dia sudah bisa langsung mengerti hidup ini seperti apa jika sudah lulus nanti.
Pak sukri : Iya, kamu boleh kerja tapi kamu harus berhenti bekerja jika ternyata kerja kamu mengganggu kuliah kamu. Kamu juga harus pandai jaga diri.
Keesokan harinya saat sore hari dirumah mbak ima.
Ifa : Maaf mbak jika saya mengganggu waktu istirahat mbak. Saya kesini mau tanya mengenai tempat mbak bekerja. Apa disana masih ada lowongan kerja?
Mbak ima : Di tempat saya bekerja selalu ada lowongan kerja tapi kerjanya berat dan harus memenuhi target. Kalau soal gaji memang lumayan dan digaji per minggu, gajinya diberikan hari jum’at dan hari sabtu adalah gantungan untuk minggu berikutnya, jam kerjanya 8 jam dan sabtu plang jam 10.00, hari minggu libur tapi kerjanya duduk terus sepanjang hari. Sistem kerjanya harus menyelesaikan target pada waktu yang ditentukan tersebut yaitu 8 jam. Gaji yang diperoleh itu sesuai targetnya, jika kerjanya sudah cepat target akan ditambah dan gajinya bertambah banyak karena dihitung perbatang. Masalahnya mbak ifa ini kuat apa tidak?
Ifa : Saya akan mencobanya mbak.
Mbak ima : kalau begitu secepatnya mbak bawa lamaran kerja kesini nanti jika sudah ada panggilan saya beri tahu. Oya nanti mbak akan dites. Tesnya itu berupa tes kesehatan dan tes telapak tangan. Jika telapak tangan mbak berkeringan maka tidak bisa masuk.
Ifa : baik mbak besok sore lamaran kerjanya saya antar kesini. Dan terima kasih banyak sebelumnya.
Seminggu kemudian Ifa sudah bekerja di tempat itu. Mulai hari itu Ifa dapat membiayai kuliah sendiri dan bisa membantu sedikit biaya sekolah adiknya. Dua tahun kemudian Ifa lulus D2 PGSD. Dengan cibiran banyak orang saat itu bahwa lulusan PGSD sekarang sudah tidak bisa menjadi guru karena syarat menjadi guru minimal S2 saat itu. Ifa juga tidak diterima sukuan di SD didesanya dengan alasan Cuma lulusan PGSD. Ia tidak menyerah dan terus mendatangi sekolah-sekolah untuk mengajukan lamaran menjadi guru. Dengan keteguhan, kerja keras dan kemauan keras akhirnya ia diterima menjadi guru di kota. Walaupun hanya sebagai guru pengganti jika ada guru yang berhalangan. Dengan beriringnya waktu setiap ada pendaftaran pegawai negeri ia selalu ikut serta. Awal tahun 2010 adalah hari keberhasilannya. Tidak disangka ia terpilih dari sekian banyak pendaftar lulusan S2. Sejak saat itu ia kuliah kembali untuk menunjang karirnya sebagai guru dan demi memenuhi syarat pegawai negeri ia kuliah kembali mengambil jurusan guru bahasa inggris.

Naskah cerita ini diikut sertakan dalam Lomba MAPEN 2011 yang diselenggarakan Charlic design blognya suwarno wec kerjasama dengan Ulin Nur Mahardika
 Dukung dengan komentar terbaikmu...

1 komentar: