Kamis, 04 Agustus 2011

Drama : Cinta sendal selingkuh

Posted by Haf Sari 16.40, under | No comments

Ari : Seorang yang sukses bekerja dikota dan taat beragama
Sinha : orang desa yang berkerja didesa dan menyukai seorang gadis sederhana
Menia :wanita yang sederhana dan selalu mencintai Ari sejak kecil dan mereka berteman baik.
Erine  : wanita yang baik dan merupakan teman ARI juga Menia
Ima dan hasan : orang tua Ari
Lina : Ibu dari Menia
Bang jek : Kakak dari Erine
Kusnan : Teman kerja Sinha
Ustads bunar : Seorang tokoh agama yang bijaksana.

Malam hari di rumah orang tua Ari
Saat kedua orang tua Ari bersantai diluar sambil makan singkong dan kopi ter dengar telfon berbunyi.
Hasan : Bu, ada telfon tolong diangkat
Bu Ima pun bergegas mengangkatnya
Ima : Assalamu'alaikum
Ari : Wa'alaikum salam
Ima : ini Ari ya..? pa kabar kamu le di sana?
Ari : Alhamdulilah baik bu. Bagaimana kabar ibu sendiri?dan bapak kemana?
Ima : Ibu baik, Bapak ada diluar.
Hasan : Bu siapa yang telfon ( dari teras)
Ima : Inilo pak Ari yang telfon.
Hasan langsung bergegas masuk dan mengambil telfon dan berkata " Sini bapak mau bicara sama Ari"
Hasan : Apa kabar kamu disana?
Ari : Baik pak, Bapak sendiri sehat kan?
Hasan : Bapak sehat. Kapan kamu balik kekampung?
Ima  : Iya nak kapan?, Ibu sudah kangen..
Ari  : Iya, Ari akan pulang. Mungkin dalam waktu dekat.
Hasan : Jangan lama-lama ya, Ibumu sudah kangen sama kamu nak.
Ari  : Iya pak, saya usahakan secepatnya. Saya juga sudah kangen berada disana.
Ima : Kamu sudah makan to lee?
Ari : Sudah bu
Ima : Jaga kesehatan dan jangan telat makan dan jangan lupa sholat lo ya..
Ari : Insya allah bu.
Ari : Sudah dulu ya saya mau istirahat dulu bu. Assalamu'alaikum..
Ima dan Hasan : Wa'alaikum salam

Babak 2 : Malam hari dirumah orang tua Ari
Saat tengah malam dan semua orangpun telah terlelap dalam tidur. Tiba-tiba terdengat suara orang mengetuk pintu.
Ima : pak...pak..bangun
Hasan : Ada apa bu?
Ima : Sepertinya ada seseorang diluar, dari tadi mengetuk pintu.
Hasan : Kira-kira siapa ya malam-malam bertamu.
Ima : ya gak tau pak..mending langsung dilihat saja..

Pak hasan bangun dan menuju depan
Ima : Hati-hati pak di intip dulu saja..
Hasan : Iya

Saat pintu di buka terliahat seseorang berdiri dengan menghadap kedepan.
Ima : Siapa itu pak?
Hasan : Gak tau aku bu..

Orang itupun membalikan badan. Pak hasan dan ibu Ima langsung memeluknya.
Ima : Ya Allah, Ari...
Hasan : Ari kok gak telfon dulu biar kami bisa siapkan makan malam buat kamu. Pasti kamu lapar dan lelah ya?
Ari : saya uda makan malam kok pak, ibu
Hasan : ya sudah kamu tidur saja kalau gitu, kamar kamu tidak ada yang menempati sejak kamu kekota dan setiap hari dibersikan oleh ibumu.
Ima : tapi jangan lupa cuci tangan dan kaki dulu. Apa kamu sudah sholat?
Ari  : Belum
Ima : sholat dulu sebelum tidur, besok sore ada pengajian di musholah.

Babak 3. Dijalan waktu pagi hari.
Menia seperti biasa belanja diwarung..
Menia : bu..harga seikat sayur bayam ini berapa?
Pedagang : Rp 1000
Menia : Ikan tempenya sepotong saja bu..
Pedagang : Iya..ini
Menia : Jadi semuanya berapa bu?
Pedagang : Sayur bayam Rp 1000, Tempe Rp 1000, Telur Rp 4500, Gula 1/2 Rp 5500 Minyak goreng Rp 7000..jadi semuanya Rp19.000
Menia : Ini uangnya bu..
Pedagang : Berati kembali seribu ya..?
Menia : iya
Pedagang : Ini kembaliannya
Menia : terima kasih bu..permisi..
Pedagang : Iya..
Ditengah jalan Menia bertemu dengan Sinha.
Sinha : Hai Menia..dari mana?
Menia : dari belanja..
Sinha : pulang bareng yuk..
Menia : Ya uda ayo..toh kita juga searah..
Tanpa disadari menia, Ari yang sedang berjalan-jalan dan hendak kerumah Menia meliat Menia sedang bersama Sinha. Aripun langsung pulang kembali dan menyangka Menia sedang ada hubungan khusus dengan Sinha.
Nantikan kelanjutan ceritanya di postingan berikutnya Cinta sendal selingku 2..untuk yang memiliki usul mengenai akhir ceritanya bisa langsung postingkan komentarnya.

0 komentar: