Kamis, 26 Januari 2012

Kado Ulta pertama

Posted by Haf Sari 20.49, under | No comments

Dari sebuah desa yang sejuk dan terpencil, sebuah kata perayaan hari ulang tahun begitu asing. Hari ulang tahun adalah hari yang paling berarti dan bermakna. Sebuah hari dimana kita menantikan sebuah kata selamat dan sebuah kado istimewa. Bukan dari harga atau bentuk tapi dari sebuah ketulusan yang mencerminkan rasa kasih sayang. Mungkin karena saya anak desa jadi tidak pernah ada yang namanya perayaan ulang tahun. sejak saya duduk di bangku sekolah SD sampai SMP saya tidak pernah menerima ucapan selamat ulang tahun ataupun hadiah ulang tahun. Namun dulu pernah ada teman sebangku meminta kado ulta padaku. Namanya juga anak desa yang gak tahu apa-apa, aku iyakan saja selama 3 hari aku traktir di kantin sekolah. Begitulah anak desa yang mencoba sekolah dikota, dimintai kado ulta bukannya mengucapkan selamat ulang tahun malah gitu deh..

Saat SMA aku baru mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari dua teman sekelas, sampai sekaranf walaupun mereka sudah menikah dan memiliki anak, komunikasi masih tetap terjalin. Setelah berkerja, saat aku berulang tahun mengadakan syukuran kecil-kecilan dan semuanya aku masak sendiri dengan diberikan resep dari nenekku dengan mengundang tetangga sekitar untuk kendurian biasa, tanpa ada yang namanya potong-potongan. Setiap mengadakan syukuran selalu malam harinya tidak tidur karena harus masak semuanya sendiri, sesuai kebiasaan di desaku kendurian untuk syukuran dilaksanakan pagi hari. Pernah juga aku membeli beberapa makanan yang aku bagikan kepada seluruh teman kerjaku. Namun dari sekian cerita tak ada yang mengucapkan selamat ulang tahun termasuk orang tuaku sendiri bahkan saudaraku. Aku selalu berusaha untuk menyisihkan uang untuk memberikan kado untuk teman baikku ataupun saudaraku. Pernah membelikan buku adik, kaos kakak dll.

Sebuah hari yang begitu istimewah bagiku. Saat itu aku pulang kerja dan tidak ada firasat apapun. Dengan kondisi letih dan masih belum mandi serta acak-acakan. Masuk rumah tak disangka Ibu dan adikku datang ke rumah. Saya kira ada apa kok agak gaduh terdengar dari luar. Seperti biasa saya menyapa dan kemudian masuk kamar. Adikku yang berada dikamar sebelah memanggil sambil tertawa. Saat aku hendak kekamarnya adikku memberikan sebuah kardus sepatu. Kaget dan penasaran, akhirnya ku buka kardus itu, ternyata isinya beberapa bungkus kue harga Rp 500an, seperti ciki dll. Ibu berkata " itu kado ulang tahun dari adikmu, dari hasil menyisihkan uang sakunya, dia malu mau memberikannya". Dari dalam kamar adikku berkata "selamat ulang tahun ya neng". Begitu tersentu dan terharu sekali sampai hendak menitikkan air mata, ku tahan jangan sampai jatuh ni air mata, biar gak diledekin adik "uda gede kok nangis". 

Sebuah kado istimewa bukan dari harga dan apa yang diberikan namun dari ketulusannya. Betapa bikin terharu, adikku masih duduk di kelas 6 SD sudah bisa memberikan sesuatu untukku. Memang kami terpaut usia yang cukup jauh, adikku lahir saat aku sudah kelas 2 SMP. Sebuah ucapan ulang tahun yang pertama dari keluargaku serta kado ulang tahun pertama yang aku terima sejak 25 tahun. Sebuah moment yang tak bisa dilupakan dan paling membuatku terharu selama perjalanan hidupku ini.

Sebentar lagi akan datang hari istimewa itu, namun tak terlalu berharap untuk ada yang mengucapkan selamat bahkan hadiah.

0 komentar: