Minggu, 06 Mei 2012

Kucing tetangga, mengerti bahasa manusia

Posted by Haf Sari 13.46, under | 2 comments

Seekor kucing yang tidak begitu lucu. Seekor kucing yang hanya numpang lewat didepan rumah. Setip hari datang hanya lewat setiap pagi dan siang. Namun setelah sekitar seminggu lebih sangkucing mulai berani. Setiap pagi hari dia duduk manis didepan pintu dan menunggu kita memberikan makan. Sebenarnya kami bukan seseorang yang benci dengan kucing, namun pengalaman buruk memelihara kicing membuat kami enggan memelihara lagi.

Dulua ku memiliki kucing berwarna kuning, aku suka sekali. kami merawatnya sejak kecil, begitu imut dan lucu. Sang kucingpun tumbuh semakin besar, namun dia berubah. Dulu dia tidak pernah mengambil makan sendiri, berak dalam rumah ataupun kencing sembarangan. Yang membuatku tidak suka adalah dia sering sekali mengambil makan sendiri, kencing sembarangan dan berakpun dalam rumah.

Sebuah hari yang menjadi hari terakhirku melihatnya adalah. Saat sore hari nenekku mendapati kucingku berak di tempat musholah. Nenekku yang hendak sholat marah besar dan kemudian membuangnya ke pasar saat pagi hari. Aku kasihan dengannya, namun aku tidak dapat melakukan apapun saat itu.

mengapa tidak dikurung dalam kandang??
Aku menganggap setiap hewan itu tidak suka di kurung, mereka ingin hidup bebas. Bayangkan saja jika kita hidup harus berada di dalam rumah saja, seakan seperti di penjara, begitupun mereka. Maka dari itu aku tidak suka memelihara burung, karena aku kadang melihat burung dalam sangkar itu kasihan.

kembali lagi pada seekor kucing tetangga. Kucing ini setiap waktunya makan selalu datang. Ia selalu tahu waktunya untuk sarapan. Setiap hendak sarapan aku selalu melihat dia duduk manis didepan pintu. Anehnya kucing ini jarang bersuara, saat bersuarapun sangat lirih, jadi tidak tahu kucing ini jika datang. Kucing ini datang hanya saat sarapan dan makan siang, untuk malam hario tidak datang.

Suatu hari saat nenekku memberi makan, ia berkata " cing kamu kalau datang kesini jangan siang saja, disini itu banyak tikus, kamu kalau malam kesini saja, jagain rumah kita biar tikusnya tidak berisik" kucing diam saja sambil melahap makannya.

Rumahku jika malam hari dimatikan semua lampunya kecuali lampu teras. Malam itu aku hendak ke kamar mandi, berjalan seperti biasa dengan suasana remang. Tiba-tiba ada yang lompat dari atas gabah... ku kira apa eh ternyata kucing. Aku menganggap kucing itu mengerti bahasa manusia, hanya saja kucing tidak bisa bicara bahasa manusia. Buktinya pagi hari disuruh kerumah malam hari untuk jaga rumah dari tikus, ternyata malam harinya benar-benar datang. Sebelumnya tidak pernah sama sekali kucing itu datang di malam hari.

2 komentar: