Jumat, 11 Mei 2012

Resep kue putu dan tips agar empuk

Posted by Haf Sari 07.30, under | No comments

Wah ada angin apa nie thimits jadi bahas mengenai kue. Sekedar membuat suasana baru sambil menunggu tampilan blog selesai dirombak, liburan enaknya bikin kue. Dulu nenekku adalah penjual jajanan seperti ini didesa, bisa dibilang ini resep turun temurun. Baiklah kita mulai dari bahannya dulu:

Bahan yang digunakan membuat kue Putu JAWA
  • tepung beras 1/2Kg
  • gula pasir 1/4 Kg
  • kelapa 1/2 butir
  • air secukupnya
  • Daun pisang
Cara membuatnya
  • Tepung beras di kukus
  • setelah masak disajikan di tempayang,
  • di uleni sampai tidak menggumpal dalam bahasa Jawa disebut "koyek dengan entong"
  • di tinting/ atau dipisahkan antara yang kasar dan lembut.
  • Yang lembut di biarkan hingga dingin.
  • diberi air secukupnya, hanya sekedar agar tidak kering saja.
  • Campurkan gula dan kelapa pada tepung
  • bungkus dengan daun pisang sesuai selera.
  • kukus hingga matang.
  • Kue putu siap disajikan.
Heem mantap dan gurih

Tips agar kue putu empuk dan enak, maksudnya kalau dalam bahasa jawa "gak napeng". Tipsnya adalah tdpung beras yang hendak dibuat kue putu harus dikukus dulu. Hah, dikukus??

iya, tepung beras yang baru saja digiling di kepal agar terbentuk bulatan lumayan besar sambil menyiapkan panci untuk mengukus. Diatas saringan lapisi dengan daun pisang agar tepung tidak jatuh kebawah alias ke dalam air dibawahnya. Tandanya tepung sudah matang adalah gumpalan itu mengeras.

Oya, bahan putu bukannya gula merah yang di taru di tenga putuh?
Ini adalah letak perbedaan putu warisan nenekku selain tepung beras dikukus. Nenekku setiap membuat putu tidak pernah menggunakan gula merah ataupun meletakkan gula ditengah kue putu. Menurut nenekku gula yang dicampur membuat putu semakin empuk. Nenekkupun berpendapat jika gula diletakkan di tengah akan terasa aneh, saat belum sampai pada gula maka rasanya hambar, namun saat sampai pada gula rasanya manis berlebihan.

Nenekku juga mengibaratkan setiap yang kita lakukan adalah seperti kehidupan kita. Beliau lebih suka hidup sederhana dari pada berlebihan, karena setiap manusia kadang berada di atas kadang pula di bawah. Jika ada di bawah dan naik ke atas mereka akan sangat gembira. Saat berada di atas dan turun maka mereka akan sangat bersedih. Itulah hidup menurut nenekku.

Selamat mencoba resep selanjutnya
Terima kasih

0 komentar: