Selasa, 12 Juni 2012

Dia juga butuh kehangatan

Posted by Haf Sari 16.05, under | No comments


Pernahkah engkau coba menerka
apa yang tersembunyi di sudut hati?
Derita di mata, derita dalam jiwa
kenapa tak engkau pedulikan?

Sepasang kepodang terbang melambung
Menukik bawa seberkas pelangi
Gelora cinta, gelora dalam dada
kenapa tak pernah engkau hiraukan?

Reff:
Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu untuk saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu tersibak, cinta mengalir sebening embun
Kasih pun deras mengalir
cemerlang sebening embun

du du du du du du du du du du hu
Pernahkah engkau coba membaca
sorot mata dalam menyimpan rindu?
Sejuta impian, sejuta harapan
kenapakah mesti engkau abaikan?

Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu untuk saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu tersibak cinta mengalir sebening embun

Kasih pun mulai deras mengalir
cemerlang sebening embun

Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu untuk saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu tersibak, cinta mengalir sebening embun


Cinta sebening embun By Ebiet G ade

Sebuah lagu seorang Ebiet membuat ketenangan dalam jiwa. Aku suka mendengarkan kumpulan Lagu Ebiet G Ade yang tersimpan di Playlist. Sebuah lagu yang menengkan dan enak didengar. Sambil Online aku bisa mendengarkan lagu seperti ini, agar tidak terlalu jenuh karena diam sendiri. Dari pagi sampai sore hari aku habiskan waktu di rumah. Waktu terbanyak mungkin untuk istirahat dan main game. Maklum jika sudah asik main game jadi lupa segalanya. 

Pertamanya dia setiap hari datang dan selalu duduk di depan pintu. Saat aku hampiri dia pergi, setiap hari seperti itu. Suatu hari mungkin dia sudah terlalu lapar, sehingga saat ku beri makan, dia langsung makan dengan lahap. Padahal biasanya di pergi jika ada yang datang. Akhirnya jadi kebiasaan, setiap hari jika waktunya makan dia datang. Suatu hari nenekku berkata, kamu kalau datang malam hari juga untuk jagain rumah ini. Dari hari itu dia selalu datang malam hari dan waktunya makan. 

Lama kelamaan si dia malah betah dirumahku. Sekarang malah gak pernah pergi. Dari siang sampai malam di rumah terus. Aku menyiapkan tempat tidurnya di belakang dengan alas sebuah kaos swetter ibuku yang sudah tidak terpakai. Dia selalu tidur disitu jika siang hari, tak jarang pula dia tidur di sebelah tungku.

Kemarin hujan melanda sangat deras dari siang hingga malam. Aku asik saja berada didalam rumah. Aku sampai lupa dengan kucingku tersebut. Seekor kucing yang tinggal di rumah. Setiap aku kebelakang selalu melihatnya, jadi jika tidak melihatnya kayak ada yang kurang. Saat hujan sudah mulai reda aku baru teringat, dari tadi siang aku tidak melihat kucingku sama sekali. Aku langsung keluar dan mencarinya. Sambil memanggil-manggilnya.. puss puss pussi beberapa kali. Tak ada sedikitpun tanda-tanda keberadaannya. Aku kemudian mencarinya di setiap ujung rumahpun tidak ada. Terakhir aku cari di dapur, sambil terus memanggilnya.. puss puss pussi...

Terlihat sesuatu bergerak dari dalam tungku, aku heran dan terkejut. Apalagi aku teringat akan cerita nenekku mengenai penunggu Tungku. Tungku itu ada penunggunya yang bernama Nyi Towok. Kata nenekku nyi Towok itu tidak mau ada yang lebih cantik darinya. Jadi jika ada kemanten, jangan kedapur. Katanya jika penganten kedapur maka akan terlihat jelek karena kecantikannya diambil Nyi Towok. Penasaran banget seperti apa rupanya Nyi Towok itu. Perlahan tapi pasti, aku mendekati tungku tersebut.. ...

Astaghfirullah..

Nongol sebuah kepala...

Tapi kok seperti.....

Eh ternyata Si Pussi tidur didalam tungku. Dia nongol karena mendengarku memanggilnya. Tapi karena memang suhunya memang dingin jadi Si Pussi hanya nongol dikit, dia enggan untuk keluar. Baru tahu ternyata Kucing juga butuh kehangatan.

hhehehe

0 komentar: