Senin, 30 Juli 2012

Suasana alun-alun Solo di malam hari

Posted by Haf Sari 16.27, under , | 2 comments


Hari terakhir menginap di RBI. Malam hari sekitar jam 8 malam, aku di ajak untuk jalan-jalan. Pertama bilang mau cari makan malam, langsung saja bilang "apa tidak di tangkap polisi jika berangkatnya bertiga?". ternyata kita perginya berempat dengan menggunakan dua sepeda motor. Mengetahui hal itu aku langsung saja memutuskan untuk ikut. Sebenarnya keinginanku adalah melihat festival Batik di depan lokasi kopdar blogilicious Solo walaupunn hanya satu kali potret. Namanya juga nebeng, jadi terserah yang mengendarai Motor. Saat melintasi jalan dekat festifal batik aku cuma bisa melihat dari kejauhan dan tidak bisa mengabadikan karena roda motor terus berputar hingga meninggalkan lokasi festival Batik solo. Sekitar lokasi festival Batik solo begitu padat dengan penonton, banyak sepeda parkir di pinggir jalan. Sangat asik jika pergi ke Solo menjelang bulan Ramadhan atau sekitar bulan Agustus, saat aku ke Solo hari pertama yaitu tanggal 14 juli disana terdapat karnaval sctv Solo. Disebuah lapangan besar dan penuh dengan orang, sangat ramai dan asik.
Perjalanan di lanjutkan, setelah masuk di sebuah tugu terjadi dialog dengan pengendara motor.
Pengendara motor : sudah pernah ke Kraton Solo". 
Aku : gaya OON "jangankan Kraton Solo, sekarang ini adalah pertama kali aku ke Solo".
Pengendara motor : Itu adalah kraton Solo tapi jika jam segini tutup.
Aku : oww
setelah beberapa lama, di samping Kraton Solo ada sebuah patung besar, karena ban sepeda terus menggelinding aku tidak sempat untuk mengabadikan. Jangankan mengabadikan, membaca tulisanpun tidak jelas, yang bisa aku baca adalah kata "Hamengkubuwono". Ah biarlah suatu saat nanti mungkin bisa main kekraton Solo kembali.
Alun-alun solo merupakan wisata Solo yang patut di kunjungi saat malam hari. Suasananya begitu indah dan asik untuk nongkrong bersama teman-teman. Menuju alun-alun Solo. Awalnya penasaran, sebenarnya kita mau kemana? kok jauh sekali dari penginapan RBI. Di pinggir jalan dekat sebuah tanah lapang yang ramai, Motor tiba-tiba berhenti sehingga akupun turun. Pengendara motor mengambil HP dan menghubungi seseorang. Sepertinya mereka sudah lebih dulu disini dan kemudian berkata padaku "ini adalah Alun-alun Solo". Kami menuju tempat teman-teman yang lain kumpul. Ternyata kita akan menikmati suasana alun-alun Solo di malam hari dengan di temani dengan gorengan bakar dan teh hangat. Sekitar jam 9 malam semua lampu tiba-tiba mati, suasana yang ramai tiba-tiba menjadi lengang.
Seorang teman yang memboncengku tadi berkata "Alun-alun Solo akan tutup jam 10 malam". Jadi setiap pedagang dan pengunjung Alun-alun Solo harus meninggalkan tempat saat jam 10 malam. Hal ini di lakukan untuk mencegah adanya tindak prostitusi di area alun-alun Solo. Saat jam 9 malam aliran listrik padam total, yang tersisa hanyalah penerangan dari becak bertingkat yang di sewakan itu. Setelah listrik padam, sesekali terdengar suara kembang api dari arah Keraton Solo. Menurutku suara kembang api ini untuk memberi peringatan bagi pedagang untuk bersiap-siap meninggalkan tempat.
Beberapa saat setelah listrik padam dan sekitar tiga kali kembang api terdengar, para pedagang mulai bergerak menuju jalan raya untuk bersiap meninggalkan lokasi. Para tukang parkir juga mulai menarik ongkos parkir untuk bersiap meninggalkan lokasi, bukan hanya itu sinar warna-warni dari becak bentuk tokoh kartun itu juga mulai padam dan meninggalkan lokasi. Aku langsung berkata "keren banget kota Solo, untuk mencegah adanya tindak Prostitusi mampu melakukan hal sebesar ini". Salah satu teman menjawab " Jika Kraton sudah berkata seperti itu kita mau bilang apa?". Disini aku malah berfikir, begitu besar peran Kraton melindungi warganya dari hal-hal yang negatif. Aku juga sempat berfikir, Bagai mana jika semua daerah di Jawa Timur juga di bentuk sistem pemerintahan Kraton agar lebih makmur dan terhindar dari hal yang negatif. Sistem pemerintahan pusat seakan semakin buruk dimataku, dengan banyaknya praktek suap dan korupsi. Hukum di Indonesia memang sudah cukup ketat dan baik tapi mengapa masih banyak penyimpangan bukan hanya rakyat tapi penjabat juga melakukannya. Jika penjabatnya melanggar aturan, apalagi rakyat, mau jadi apa negeri ini?

2 komentar: