Senin, 01 Oktober 2012

Lelaki Idaman : satu menit untuk katakan "Ya" hidupku dan dirimu

Posted by Haf Sari 12.14, under | 3 comments


Lelaki Idaman, Sebuah perjalanan hidup yang panjang dan sangat berliku. Gaya hidup yang semakin tahun semakin berubah. Dimana-mana merebak tradisi yang sesungguhnya bukanlah jati diri seorang musli. Pacaran, yah pacaran lama dan kemudian di tinggalkan. Sebenarnya akupun tak mengeti apa yang akan terjadi pada hidupku kelak. Sepeti biasa, aku menjalani hidupku, tak ada yang istimewa di hari itu. Kecuali perjumpaan dengan seorang teman lelaki dunia Maya. Sebuah Dunia yang begitu luas namun begitu rentan akan kebohongan.


Seperti biasanya, apa salahnya jika seorang mau bersilaturahmi dengan kita walaupun itu lelaki. Hanya bersilaturahmi dan Insyaallah tidak terjadi apapun. Dengan catatan waktunya adalah siang hari, bukanlah malam hari. Tiba-tiba dia berkata ingin bertemu siang hari di sebuah Masjid. Akupun setuju dengan waktu setelah sholat duhur di Masjid dekat rumahku. Akupun tak menyangka dia akan datang tepat waktu walaupun dengan jarak yang jauh, berbeda kota. Tidak ada sesuatu yang istimewa di balik sebuah pertemuan, namun di sela pembicaraan tiba-tiba dia berkata :

Lelaki Idaman : Maukah kamu menikah denganku
Perempuan : tercengang, seakan tidak percaya.
Lelaki Idaman : Mengulangi pertanyaannya, Maukah Kamu menikah denganku.
Perempuan : Jangan suka bercanda seperti itu.
Lelaki Idaman : Aku tidak sedang bercanda, dan aku serius dengan pertanyaanku.
Perempuan : Kamu tidak sedang berbohong kan?
Lelaki Idaman : Ini adalah Masjid, Rumah Allah, aku tidak akan berani berbohong.
Perempuan : Apa buktinya?
Lelaki Idaman : Aku akan datang ke rumahmu dan melamarmu sekarang juga.
Perempuan : Baiklah, buktikan ucapanmu itu.
Lelaki Idaman : yah..ayo kita kerumahmu.

Kami berdua menuju rumah dan di sinilah semuanya dibuktikan. Pada kedua orang tuaku dia berjanji akan datang bersama orang tuanya dan saudaranya untuk melamarku seminggu kemudian. Diapun kembali pulang dengan membawa janji.
Akupun tidak menyangka bahwa dia menepati janjinya dengan datang bersama ibu, paman dan pak denya, karena ternyata ayahnya telah tiada. Semua berjalan begitu cepat dan hari pernikahanpun di tentukan.

Lelaki Idaman aku dan wanita muslim lain, semoga..

3 komentar: