Kamis, 27 Desember 2012

Mendadak jadi Superhero Telkomcity

Superhero Telkomcity 
  

Ibu : lin, nanti kamu antarkan uang ini ke rumah bu topo yah.
Aku : Iya bu.
Ibu : Ingat, pulang sekolah langsung mampir ke rumah bu Topo. uang ini sudah harus di terima bu Topo jam dua siang.
Aku : Siap bu.

Ibu menyuruhku memberikan sejumlah uang kepada bu Topo setelah pulang sekolah. Mungkin hari ini ibu lebih sibuk dari biasanya. Padahal biasanya ibu selalu mengantarkan sendiri. Makan siang di rumah, berangkat kerja kembali  dan mampir kerumah bu Topo untuk mengantarkan uang tersebut.
Riri : Lin, nanti pulang sekolah kita ke perpus yah.
Aku : heem, gimana yah.. aku ada sedikit urusan sepulang sekolah. kapan-kapan saja, kita ke Perpusnya.
Riri : Iya deh..kali ini aku berangkat sendiri ke Perpus.
Aku : Maaf ya Ri..
Riri : Iya, tidak apa-apa.

Ternyata hari ini guru mata pelajaran terakhir tidak masuk, sehingga kami di pulangkan lebih awal. Aku menghampiri Riri untuk mengajaknya ke Perpustakaan, paling tidak aku punya waktu satu jam untuk baca-baca. Sebuah buku selesai aku baca, akupun melihat sebuah jam dinding yang berada di atas pintu. Aku langsung berlari keluar perpustakaan, ternyata sudah jam 13.55. Aku punya waktu 5 menit untuk ke rumah bu Topo. Ah ternyata tidak ada satupun tukang ojek di depan perpustakaan. Aku berlari menuju rumah Bu Topo. Duk.. aaah..Buk..  (Semua menjadi gelap)

Aku berada dimana? (bertanya dalam benak ). Aku duduk di sebuah kursi empuk dalam ruangan besar dengan banyak orang yang tidak aku kenal. Muncul beberapa orang dari sebuah pintu besar. Aku mengenal mereka, walaupun mereka memakai pakaian yang aneh menurutku. Bapak budi adalah penjaga perpustakaan, Riri, dan beberapa orang temanku. Mereka menghampiriku.
Pak Budi (penjaga perpustakaan ) : Ada sebuah kejadian yang sangat mengancam kota kita. Sebagai wali kota, aku harus bertindak cepat untuk mengatasi hal tersebut.
haah.. wali kota? bukannya beliau pak Budi, penjaga perpustakaan.
Riri : benar, kita harus menunjuk satu orang untuk memimpin mengusir alien tersebut.
Pada saat itu Riri yang merupakan salah satu hero menunjukku menjadi Super Speedy, Superhero yang memimpin serangan mengusir Alien. Apa yang di fikirkan Pak Budi sebagai wali kota sehingga beliau juga setuju dengan usulan Hero Riri. Aku yang masih bingung di tunjukan sebuah vidio dan di ceritakan bagaimana alien itu datang. Cerita kedatangan Alien tersebut mengganggu kehidupan masyarakat Telkomcity dan berikut cerita lengkapnya.

Pada suatu hari yang tenang di TelkomCity, tiba-tiba saja muncul lima buah pesawat berbentuk seperti piring melayang-layang di atas langit TelkomCity. Ternyata, lima pesawat tersebut berisi alien-alien dari Planet Gagarin yang hendak menyerang TelkomCity. Alien-alien tersebut bertujuan untuk menguasai TelkomCity yang terkenal memiliki sumber daya energi yang sangat besar. Diketahui bahwa alien-alien tersebut memiliki teknologi yang canggih.

Pak wali kota juga menjelaskan bahwa di ruangan ini memiliki banyak fasilitas produk Telkomcity. Seperti speedy monitoring yang dapat mengawasi setiap aktifitas alien itu di Telkomcity. wew, dengan Speedy monitoring, The World in Your Hand. Pak walikota dan Riri menyuruhku menggunakan produk telkomcity dari Telkom Indonesia untuk mengusir para alien tersebut. Tidak banyak berfikir, aku memakai fasilitas yang telah di sediakan. Speedy monitoring untuk mengawasi pergerakan alien aku menyuruh Riri untuk terus memantau. Aku menggunakan Telkom Speedy untuk tersambung ke internet, dengan internet aku bisa mencari tahu tentang beberapa hal penting antara lain :

  • Mencari tahu kenapa mereka para alien datang ke Telkomcity. 
  • Mencari tahu apa yang tidak mereka sukai 
  • dan bagaimana cara mengusir mereka.
  • mencari tahu kelemahan alien tersebut. 

Setelah pengawasan yang cukup melelahkan akhirnya di ketahui, alien-alien tersebut datang ke Telkomcity karena dua alasan, yaitu
  1. Berniat mengambil sumber daya yang di miliki Telkomcity dan memanfaatkannya untuk kejahatan
  2. Karena telkomcity merupakan kota yang tenang sehingga alien itu betah dan tidak ada satu alasan yang menghalangi mereka datang ke Telkomcity.
Alien-alien memiliki indera pendengaran yang tajam dan teknologi canggih. Indera pendengaran tajam yang di miliki alien, membuat mereka tidak tahan dengan suara gaduh. Dengan kecanggihan teknologi yang di miliki para Alien kita tidak mungkin menyerang secara fisik atau langsung. Satu-satunya cara adalah memanfaatkan kelemahan dan apa yang tidak mereka sukai untuk mengusir mereka. Kelemahan sekaligus yang mereka tidak sukai adalah Suara bising atau keras. Seperti yang di lakukan pada kota Ambarawa saat penjajahan, membakar Ambarawa agar terlihat sudah kalah sehingga penjajah pergi. Hal itulah yang harus kita lakukan, dengan mengelabui alien agar segera pergi. Peperangan tidak hanya bisa dilakukan dengan pertarungan dan jatuhnya korban.

Aku meminta kerjasama dengan para warga untuk memasang pengeras suara disetiap rumah dengan mengarahkan ke luar agar terdengar keras oleh alien yang berada di luar. Untuk menghubungi warga yang tidak berani keluar rumah, aku menggunakan produk telkomsel, Telkom Flexi, dan Indonesia Wifi. Selain alat pengeras suara setidaknya harus menciptakan sumber suara. Sumber suara yang berbeda sehingga terdengar gaduh. Aku juga meminta para warga untuk mendownload lagu sebanyaknya di Melon Indonesia yang akan di putar serentak hingga para alien pergi.

Selain itu aku juga menyiapakan layar-layar besar di setiap unjung kota untuk menayangkan film action atau peperangan agar terdengar lebih gaduh seakan kami telah menyerang dari berbagai arah. Tepat pukul 12 malam yang sunyi, saat para alien tidur kami memutar film di Useetv dan telkom vision sekaligus lagu bersamaan. Alien yang sedang tidur terkejut, merasa terancam para alien tersebut akhirnya meninggalkan Telkomcity, tanpa bisa membawa sedikitpun sumber daya yang di miliki Telkomcity. Pagipun menyingsing, pak walikota mengumumkan berita gembira perginya alien dari Telkomcity. Telkomcity kembali aman dan tenang berkat kerjasama warga dan produk dari Telkomcity. Sebagai superhero yang berhasil memimpin mengusir alien, pak wali kota memberikan penghargaan dan wargapun bersorai dengan menyebut-nyebut namaku.

Semakin keras warga memanggil-manggil namaku dan semakin dekat. Aku membuka mataku, ternyata ibu sedang berdiri di sampingku sambil memanggil namaku. Aku sontak terkejut dan tanpa sadar mengatakan "ibu juga berada di sini"
Ibu : iya, kamu tadi pingsan setelah terjatuh..

Banyak makna dan pelajaran yang dapat menjadi renungan di setiap angan dan mimpi.

Postingan ini di ikutkan lomba “Be A Superspeedy, The World in Your Hand” 

1 komentar: