Kamis, 03 Juli 2014

Menjadi saksi pemilu presiden 2014

Posted by Haf Sari 22.48, under ,, | No comments

Bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah. Apalagi untuk seorang penjahit sarung seperti saya. 2-3 bulan menjelang Ramadhan permintaan sarung meningkat. Alhasil kita harus berkerja lebih keras. Dalam sehari kita harus berkerja 12 jam. Dalam satu minggu kita libur sehari sesuai jadawal yang di tentukan, tetapi kita juga boleh tidak ambil libur. Walaupun menurutku gaji jahit sarung terlalu murah yaitu di bawah UMR. Tapi dari pada tidak kerja yah sudah l;ah..

Minggu pertama Ramadhan aku giliran sip malam. Masuk jam 19.00 dan pulang pukul 7.00 WIB. Otomatis tidak sholat tarawih dan sahurnya di Parik, serta siang hari saat puasa, aku malah tidur, karena semalaman tidak tidur.

Capek... itu pasti. hari ini hari kelima puasa ramadhan. Tapi kondisi tubuhku seakan tidak kuat. Apalagi hari kamis adalah giliranku libur. setelah sebulan penuh tidak ambil libur, akhirnya tubuhku butuh istirahat. Seperti biasa, pulang kerja sesampai di rumah langsung tidur. Bangun tidur pukul 10 siang. Ibu masuk kamarku dan menyampaikan bahwa aku di ajak menjadi saksi pada saat pemilu Presiden nanti.
Saksi untuk satu orang calon.. ??

Saksi merupakan pekerjaan yang tidak mudah..
Tanggung jawabnya dunia akhirat..
Apalagi tanggung jawabnya menyangkut hajat orang banyak..

Tapi tugas seorang saksi pada pemilihan umum adalah
melihat ada atau tidaknya praktek kecurangan dalam proses pemungutan suara.
Ikut menyaksikan proses pemilihan yang memiliki prinsip LUBER.
Ikut menyaksikan proses penghitungan.
Mencatat dan menjadi saksi jika ada praktek kecurangan.

Menurutku seorang saksi haruslah Netral. Jadi kerjanya tidak tebang pilih persoalan. walapun menjadi saksi seorang calon tapi tidak harus menjadi pendukung fanatik calon tersebut. Merupakan hak kita untuk memilih calon yang sesuai dan merupakan kewajiban kita untuk menjadi saksi mengenai proses pemungutan suara. Itu adalah hal yang berbeda.

Jika memang hal ini terjadi. Menjadi saksi seorang calon presiden adalah pengalaman pertama bagiku. Aku akui, aku kurang memasyarakat. Maklumlah, aku bukanlah anak seorang yang berharta. So gak pernah  di ajak ikut andil dalam kegiatan bermasyarakat. Tapi inilah saatnya aku untuk menunjukkan bahwa aku bisa..

Harus bisa...

deg-degan sih..
takut salah, pasti ada..

harus bisa menjadi seorang yang bertanggung jawab atas kewajibannya dan berkerja secara profesional..

0 komentar: