Senin, 25 Februari 2013

Pohon pisang eneh, buah naik ke atas

Posted by Haf Sari 10.46, under , | No comments

Pohon pisang eneh, buah naik ke atas. Pohon pisang yang tumbuh di pekarangan seorang warga di Pasuruan ini awalnya nampak seperti pohon pisang pada umumnya. Entah apa yang terjadi dan tidak ada yang tahu awal munculnya bagaimana. Saat baru di ketahui, buah pisang sudah dalam keadaan menjulur keatas. Semuanya sudah pasti tahu bagaimana bentuk asli buah pisang saat masih berada di pohon dan bagaimana posisi jantung pisang muncul dari pohon pisang. Pohon pisang milik warga ini berbuah tidak pada ujung pohon melainkan langsung muncul jantung pisang dari pohonnya. Melihat posisi sekarang jantung pisang muncul dari pohon pisang, tumbuh dan terus memanjang ke atas dan kemudian jantung pisang berbelok lagi untuk masuk kembali ke pohon pisang. Sehingga jantung pisang kembali masuk kedalam pohon pisang dengan buah di luar. Perhatikan gambar berikut ini, bedakan keanehan pohon pisang ini. 
bentuk keanehan pohon pisang

perbedaan pohon pisang aneh
Sudah lihat perbedaan antara buah pisang pada umumnya dengan pohon pisang aneh. Foto perbedaan tersebut di ambil di lokasi yang sama. Dalam sebuah pekarangan terdapat dua kelompok tanaman pisang dengan jenis yang sama. Dari dua kelompok tersebut ternyata ada yang berbuah. Yang satu berbuah dengan normal, namun satunya lagi berbuah aneh.

  1. Jantung pisang tidak tumbuh di ujung pohon pisang, melainkan pada phon pisangnya.
  2. Jantung pisang tumbuh dan kemudian mengarah ke atas.
  3. Setelah tumbuh ke atas berbelok kembali ke samping mengarah ke pohon pisang.
  4. Jantung pisang terus tumbuh hingga menusuk pohon pisangnya
Fenomena alam ini terjadi tanpa rekayasa. Apakah ini adalah tanda dari Allah bahwa sekarang sudah banyak anak yang berhianat pada orang tua, tidak kenal saudara demi harta, saling tusuk dari belakang, ditolong malah berhianat.


Sumber : pohon pisang aneh

Seperti postingan yang lalu ada sapi aneh : telapak kaki panjang dan ayam aneh : ayam bertelinga bear

0 komentar: