Sabtu, 30 Desember 2017

Selamat Jalan Adikku

Posted by Haf Sari 17.33, under | No comments

18 November 1999, aku teringat dengan jelas engkau saat baru lahir. Saat itu aku baru duduk di bangku SMP. Malam hari itu ibu yang sedang hamil besar meminta di antar ke bidan. Bu bidan meminta ibu berbaring di kamar bersalin dan aku menungguh di ruang tamu. Tepat pukul 22 kamu lahir ke dunia ini. Bu bidan merawatmu ( menimbang dan membersihkan) pada akhirnya bu bidan menitipkanmu padaku dengan menidurkanmu di sampingku yang sedang duduk di sofa ruang tamu dan beliau melanjutkan tidurnya. Aku habiskan sepanjang malam duduk di sofa sambil menatapmu yang kecil. Jangankan menggendong, menyentuhmupun aku tak berani. Aku takut tanganku yang besar menyakitimu.

pukul 3 dini hari aku mulai melihat beberapa semut menghampiri. akupun kebingungan, akhirnya aku putuskan memanggil bu Bidan memberitahu ada sekawanan semut menghampiri adikku dan bu bidan mengusir semut-semut itu. Subuh pun menghampiri dan bibi datang menengok kita yang masih berada di rumah bu Bidan. Aku tetap menemanimu walaupun ibu pulang bersama bibi berjalan kaki perlahan hingga bibi kembali menjemput aku dan menggendongmu pulang.

Seakan kamu tuh dik gak pernah lelah mengikutiku, hingga setiap kamu sakit aku menggendongmu sepulang sekolah. Seakan kamu gak pernah lelah membuatku kesal hingga kamu berakpun saat dalam gendonganku. Kamu tuh dik begitu cepat tumbuh besar saat usia TK kamu begitu mahir menghafal surah pendek dan do'a sehari-hari sehingga aku meminta ibu untuk memasukkan kamu ke TPQ selagi usia dini. Namun sangat di sayangkan usulanku tidak di setujui ayahmu dik dengan berbagai alasan.

Masa SD aku dan kamu hilang kontak, seakan ayahmu menjauhkanmu dari lingkunganku, lingkungan rumah wilo sehingga sangat jarang kita bertemu. Pada akhirnya aku dapat kabar kamu suka kabur dan tidak pulang. Suatu hari kamu memutuskan untuk tinggal bersamaku di wilo namun itupun hanya beberapa hari dan akhirnya kamu kembali ke rumah ayahmu dan kembali jarang pulang. Aku yang tidak mengetahui keseharianmu ikut berkali-kali kesekolahmu mendapat panggilan pihak sekolah karena kamu bolos sekolah. 

Di ujung masa sekolah entah apa yang ada di fikiranmu sehingga kamu membuat semua menjadi rumit dengan mengatakan kalau kamu hamil sehingga itu membuat kamu nyaris di keluarkan dari sekolah 2 bulan sebelum ujian akhir. beberapa guru aku ajak bicara agar kamu tidak dikeluarkan dan hasilnya kamu di skors 1 minggu dengan syarat membawa surat keterangan tidak hamil dari bidan yaah emang kamu gak lagi hamil. Sudah di wanti-wanti saat ujian sekolah jangan sampai tidak masuk, namun kamu tetap saja tidak pulang. Jasa bu Nur wali kelasmu yang membuat kamu masih bisa mengerjakan soal ujian semua mata pelajaran yang kamu tinggalkan di hari terakhir dan pengawas pusat tidak mengetahui kamu tidak masuk ruang ujian saat ujian.

Waktu begitu cepat berlari hingga aku tak sanggup mengejarnya. Usai lulus sekolah selang 2 bulan kamu menikah dengan pemudah pilihanmu sendiri. Seorang putri bernama " Ananda Putri Pertiwi " akrab di panggil TIWI lahir sebagai pelengkap hidupmu. Perceraianpun tidak bisa di elakkan dan lagi-lagi aku tak mengerti apa yang kamu pikirkan. Hanya karena kakak rekreasi ke jogja bersama teman guru-guru kamu kabur dari rumah meninggalkan anakmu yang masih bayi ke Papua. beberapa bulan kamu terdampar di sana yang pada akhirnya kamu pulang dengan uang kiriman dari ibu.

Tidak sampai disitu, entah apa yang kamu fikirkan sehingga kesenangan yang kamu cari. Kenikmatan di dunia gemerlapnya kebahagiaan yang hanya sejenak kau perjuangkan. pada akhirnya engkau kembali kepada kami. Aku dan keluarga senang kamu berubah menjadi lebih baik dan punya tanggung jawab terhadap anakmu. Aku merasa kamu menemukan jati dirimu. Setahun terakhir kamu baru mulai mengenalkan teman-temanmu kepada kami. Kamu baru cerita kemana dan dimana saat kamu tidak pulang. Bahkan beberapa bulan terakhir kami baru tahu kecurigaan kami tentangmu salah. Taman-temanmu baik dan teman yang sejak smp telah mengijinkan kamu tinggal di rumahnyapun anaknya sopan dan baik.

Allah berkata lain kamu pergi meninggalkan kami 6 Desember 2017 Pukul 03.30selamanya sehingga membuat kami sangat bersedih. Adik kecil yang dulu ku gendong dengan seribu harapan dan do'a baru saja kembali, menemukan jati dirinya namun kembali pergi tak akan kembali. Jujur aku sangat terpukul seakan separuh nyawaku pergi..

Aku dan keluarga hanya bisa terus berdo'a 
Ya Allah akuilah adikku Khusnul Choiyimah sebagai umatmu, umat islam, umat nabi besar sayidina muhammad SAW.
Ya Allah Ampunilah dosa, kekhilafan, amarah sebesar apapun yang pernah adikku perbuat.
Ya Allah aku memohon terimalah amal ibadah dan kebaikan adikku sekecil apapun itu.
Ya Allah terimalah amal, ibadah, dzikir, do'a yang kami lakukan untuknya.
Ya Allah Berikanlah tempat terbaik di surga dan jauhkanlah dari api neraka.
Ya Allah berikanlah ketabahan dan keikhlasan kepada kami yang di tinggalkan.

aamiin ya Robbal allamin
Alfatihah..

0 komentar: