Selasa, 30 Agustus 2011

Asiknya takbir keliling

Posted by Haf Sari 09.35, under | No comments

 Takbir merupan seruan yang sering kita ucapkan yaitu saat sholat ataupun ibadah lainnya. Namun takbir hari raya merupakan takbir yang hanya dikumandangkan dalam 1 tahun dua kali yaitu hari raya Idul adha dan Hari raya Idul fitri. seperti diriwayatkan : "Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang waktu takbir pada dua hari raya (kapan kaum muslimin diperintahkan takbir di kedua hari raya ?, maka beliau rahimahullah menjawab: “Segala puji bagi Allah, pendapat yang paling benar tentang takbir ini yang jumhur salaf dan para ahli fiqih dari kalangan sahabat serta imam berpegang dengannya adalah: Hendaklah takbir dilakukan mulai dari waktu fajar hari Arafah sampai akhir hari Tasyriq (tanggal 11,12,13 Dzulhijjah), dilakukan setiap selesai mengerjakan shalat, dan disyariatkan bagi setiap orang untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika keluar untuk shalat Id. Ini merupakan kesepakatan para imam yang empat”. Ibnu Umar dahulu apabila pergi keluar pada hari raya Idhul Fithri dan Idhul Adha, beliau mengeraskan ucapan takbirnya sampai ke mushalla, kemudian bertakbir sampai imam datang".
Kebahagiaan terpancar seraya mengumandangkan takbir. Lihat saja dimana saja semua orang bergembira menyambut datangnya hari raya. Setiap sudut kota ataupun pedesaan terdengar seruan takbir. Mulai dari takbir dimasjid hingga pengadaan takbir keliling. Takbir krliling seakan sudah tradisi sejak dulu dikampung-kampung. Mulai dari saya masih kecil sampai sebesar ini tidak pernah ketinggalan mengikutinya. Takbir yang diadakan didesa saya lumayan seru setiap tahunnya yang diikuti berbagai kalangan namun kebanyakan anak kecil. 

Dimalam yang gelap dengan sinar lampu dari rumah rumah yang remang remang kami berjalan kaki. Rombongan berkumpul dimasjid dengan membawa obor dari bambu dan berbahan bakar minyak tanah. Sekitar jam 20.30 Wib rombongan mulai berangkat yang diawalai dengan iring-iringan drumbend dan diikuti para peserta takbir keliling. Sungguh menggambarkan suasana pedesaan tempo dulu. Yang membuat terharu dan ingat masa kecil adalah obornya ituloo..suasana gelap gulita berubah menjadi remang-remang dan ramai dengan gemah takbir. 

Rombongan takbir mengelilingi desa dan finish di masjid kembali, kebetulan Masjid berada bukan ditengah desa namun dipinggir jadi kelilingnya rata. Setelah selesai berkeliling sekarang pengundian hadish takbir keliling. Jaman aku kecil gak ada hadiahnya namun 3 tahun terakhir ini ada. Dulu waktu aku kecil juga tidak diiringi drum band. Banyak perubahan hanya Obornya yang gak berubah. eruan Takbir hari raya sangat berkesan dan menggetarkan hati, kadang seruan takbir membuat airmata berlinang tanpa terasa. Haru mengiringi kalimat takbir terucap. seakan mengguncang dada dan mengingatkan kita atas dosa yang telah kita lakukan.

Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Laa ilaaha illallah Wallahu Akbar
Allahu Akbar Wa Lillahil-hamd

Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Laa ilaaha illallah Wallahu Akbar
Allahu Akbar Kabiro
Wal hamdulillahi katsiro
Wa Subhanallahi Bukratan Wa Ashila
Laa Ilaaha Illallahu La Na`budu Illaa Iyyah,
Muhklishina Lahud-din, Walau Karihal Kafirun.
Laa Ilaaha Illallahu wahdah,
Shadaqo Wa`dah,
Wa Nashara `Abdah,
Wa A`azza Jundahu Wa Hazamal Ahzaaba Wahdah.
Laa Ilaaha Illallahu Wallahu akbar
Allahu Akbar Wa Lillahil-hamd


 Makna hari raya
Hari raya merupakan hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh sebagian besar umat islam. Selain merayakan kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh juga sebuah kesempatan berkumpul dengan keluarga, berkunjung dan bersalaman dengan banyak orang. Bukan hanya dengan keluarga namun juga dengan kerabat jauh. Sebuah hari dimana semua orang saling bermaafan. Sebuah hari yang menyatukan dan mempererat tali silaturahmi antar umat beragama. Buakan hanya dengan saudara jauh dengan tetangga sebelah saja kita kadang tidak saling mengenal. Dengan kesibukan pekerjaan dan lainnya setiap orang merenggangkan tali silaturahmi antar tetangga. Padahal jika dipikirkan tetangga merupakan seseorang yang paling cepat tahu dan paling cepat datang saat kita membutuhkan bantuan. 

Dengan adanya Hari raya Idulfitri kita akan lebih mengenal tetangga, teman dan saudara kita. Kapan lagi kita bisa bermaafan jika bukan hari ini. Saya juga menyadari bahwasanya kita bisa saja bermaafan kapan saja. Saat hari biasa mungkin kita gengsi atau malu untuk meminta maaf atas kesalahan kita yang sepele. Kesalahan menggunjing tetangga ataupun kesalahan kecil lainnya yang tidak terlihat dan seringkali terlupakan. Ingatlah sesungguhnya kesalahan yang paling banyak kita adalah kepada orang terdekat kita. Kepada saja kita meminta maaf tentu saja semua orang namun siapa saja yang seharusnya didahulukan? ini urutannya:

  1. Orang tua jika masih ada
  2. Istri atau suami
  3. Orang terdekat atau yang tinggal serumah.
  4. Tetangga kita.
  5. Saudara
  6. Guru
  7. Teman-teman
  8. DLL
Seperti urutan diatas bagaimana jika kita bermaafan tidak sesuai dengan urutan karena setelah kita sholad Idul Fitri banyak jamaah yang mau menjabat tangan kita sebagai tanda bermaafan? Kalau menurut saya itu tidak apa-apa karena apasalahnya memaafkan seseorang yang meminta maaf kepada kita namun disunahkan untuk meminta maaf kepada orang tua terlebih dahulu.

Bagaimana jika kita bersalah pada seseorang yang sudah tidak diketahui keberadaannya? Kalau menurut saya yang penting kita sudah berniat dan berkeinginan meminta maaf serta meminta ampunlah kepada Allah tapi jangan lupa jika bertemu langsung minta maaf karena dosa seseorang kepada sesama tidak diampuni sebelum orang tersebut memaafkannya.

0 komentar: