Jumat, 27 Januari 2012

Cemburu membuatku dipenjara

Posted by Haf Sari 21.25, under | No comments

Seorang wanita yang kusayang dan kucinta sejak dulu. Pacaranpun telah dilalui bersama. Saling sayang semakin besar, keinginan memilikinyapun muncul. Bagiku dia adalah wanita tercantik yang akan menemani hidupku. Awal pertemuan dia begitu baik padaku.

Aku seorang anak pedagang bakso disebuah desa. Warung bakso orang tuaku lumayan besar. Aku seorang anak tunggal yang akan menjadi pewaris usahanya. Saat aku memberitahukan niatku untuk melamar wanita pujaan, orang tuaku cuma berkata "aku harus bisa berkerja. Demi dirinya aku berkerja diwarung orang tuaku, melayani para pembeli dan memasak bakso sendiri.

Akhirnya aku berhasil meminang wanita pujaanku. Kami tinggal dirumah orangtuaku di desa. Mengandalkan hasil berdagang sebuah warung bakso milik orang tuaku. Istriku yang cantik ikut membantu berkerja di warung itu. Kami hidup bahagia, dengan usaha yang sederhana. Namun tak kusangka kehadiran istriku melayani pelanggan menjadikan semua berubah. 

Istriku sering keluar rumah, telfon dan smsan. Tak pernah satu jawaban pasti ku dapat saat dia ku tanya. Hanya marah dan sinis jawaban atas pertanyaanku. Sebagai kepala keluarga, aku tak terima keluargaku dihancurkan. Aku tak kan biarkan istriku dijamah orang lain. Pertaruhan nyawapun akan kulalui.

Sering ku membaca sms dari seseorang untuk istriku dengan kata-kata mesra. Suatu hari Istriku berdandan setelah menerima telfon. Ku suruh seseorang membuntutinya, hingga di sebuah desa tetangga. Mata-mataku berkata, istriku menemui 3 orang lelaki di desa itu. Dengan kalap aku bawa parang pembela kelapa muda, menuju desa tersebut. Ku telfon teman-temanku di desa itu untuk mengepung 3 lelaki itu agar tidak kabur.

Di awal tahun 2012 ini akhirnya kejadian naas itu terjadi. Emosiku sudah tak terkendali, seakan aku sudah lupa siapa diriku dan siapa didepanku. Di tenga jalan perempatan itu, parangku melayang-layang menebas 3 kawanan itu. dengan keadaanku yang tidak sadar teman-temanku yang mengepung menghalangiku, namun semua sia-sia. seorang dari 3 kawanan itu berhasil kabur. Satu orang temanku menderita beberapa luka bacok saat berusaha memegangiku. Dua dari tiga kawanan itu dilarikan kerumah sakit dan satu dari mereka kritis serta harus dirujuk kerumah sakit umum.

Sungguh ini bukan mauku, rasa cintaku pada istriku membuatku merasa diinjak-injak. Aku menyesalkan hal ini terjadi. Aku tak sanggup membayangkan betapa kecewanya orang tuaku. Penyesalan hanya tinggal penyesalan. Hanya dinginnya dinding penjara yang ku rasa, kokohnya jeruji besi harus ku jalani. Kini sudah tak penting lagi mengusut siapa penyebabnya, yang jelas aku yang melakukannya sendiri.

0 komentar: