Jumat, 13 April 2012

Tangga mimpi masa kecil

Posted by Haf Sari 14.04, under | 4 comments


ambilkan bulan, bu
ambilkan bulan, bu
yang slalu bersinar di langit
di langit bulan benderang
cah’yanya sampai ke bintang
ambilkan bulan, bu
untuk menerangi
tidurku yang lelap di malam gelap

Sebuah lagu yang terdengar lirih penghantar tidur. Sebuah lagu yang dinyanyikan membuat anak kecil tidak takut lagi tidur dalam gelap, karena dalam imaginasi mereka ada bulan yang menyinari.

Masa kecil adalah masa yang penuh kebahagiaan. Dimana seorang anak mulai mengenal dunia. Realita kehidupan seorang anak kecil belum mengerti seperti apa dan bagaimana. Seperti dunia anak pada umumnya, mimpi adalah sebuah cita-cita. anak-anak berkembang dari apa yang mereka dengar atau dapatkan dari lingkungannya. Seperti halnya seorang bayi, apapun yang disuapkan pada mulutnya, maka itulah yang ia makan. Bagaimana orang tua mendidik dan membiasakan sebuah kebiasaan baik, serta memberikan pengertian sebaik mungkin mengenai hal yang kurang baik dilakukan. Musik merupakan sebuah karya seni yang dapat menjadi tangga mimpi. Seorang anak kecil akan bernyanyi sesuai dengan keadaan hatinya. Seorang anak akan berusaha mengerti apa yang telah ia lakukan atau katakan.


Anak usia 2 tahun akan lebih mengerti apa yang sering diucapkan oleh orang disekitarnya. Belajar menirukan apa yang mereka katakan ataupun lakukan. Pada kenyataannya seorang anak juga lebih cepat menyerap sebuah nyanyian. Maka dari sebuah pelajaran membaca dibuat seperti bernyanyi misal lagu A B C, A ba ta tsa. Untuk menggambarkan sebuah impian anak, juga ada beberapa lagu yang memang cocok untuk dunia anak seperti : Aku anak gembala, disini senang, becak, cita-citaku, bintang kecil dan lainnya. Sebuah lagu yang menggambarkan keceriaan bermain, tentang alam, cita-cita, keceriaan dunia anak. Seorang anak adalah generasi bangsa yang masih membutuhkan perhatian khusus, mulai pendidikan, pergaulan atau lainnya. Sangat disayangkan sekali lagu anak-anak itu seakan hilang di telan bumi. 

Anak bangsa Indonesia kehilangan pegangan tanpa musik mendidik. Seperti halnya nyanyian anak jaman dahulu semut nakal yang di bawakan oleh seorang artis kecil menceritakan bagaimana semut berbahaya untuk dirinya, bentuk dan apa yang disukai semut. Masih ingat kan sebuah lagu yang berbunyi "Bangun tidur kuterus mandi" lagu ini juga mendidik anak untuk terbiasa melakukan hal tersebut, mengajarkan apa yang harus lakukan setelah bangun tidur.

Contoh nyata yang saya lihat sendiri pada keluarga saya, bahwa seorang anak akan memaksa untuk melakukan sesuatu yang dilakukan orang tuanya. Ponakan saya Reno masih berusia 2.5 tahun dan ayahnya merokok. Tahukan apa yang dilakukan seorang anak? dia meminta dan memaksa untuk melakukan hal tersebut walaupun tidak diperbolehkan. Bahkan dia mengambil korek api dan rokok sendiri. Hal ini sebuah hal yang patut mendapatkan perhatian khusus karena hal ini sudah terjadi dimana-mana. 
Apa yang harus dilakukan agar anak tidak merokok? untuk anak menginjak dewasa mungkin mudah untuk memberikan penjelasan. Namun bagi anak seusia ponakan saya tersebut hal yang perlu dilakukan adalah:
  • Sih ayah atau orang yang dilihatnya sedang merokok, membuang rokok sambil memberikan penjelasan bahwa rokok tidak baik.
  • Sih ayah usahakan tidak terlihat kembali oleh sang anak sedang merokok.
Sebuah harapan yang menurut saya bukan tidak mungkin terwujud adalah sebuah stasiun televisi atau radio memmberikan sebuah tayangan entah itu hanya beberapa menit tiga kali sehari yakni pagi, siang dan sore menayangkan lagu anak-anak tanpa mengutamakan keuntungan. Bukan berati lagu anak-anak harus baru namun bisa arasemen ulang dengan penampilan cerdas sekarang. Ada sebuah stasiun televisi yang mengadakan audisi idola cilik namun sepertinya lagu yang di bawakan tidak begitu banyak di tampilkan. 

Bagaimana dengan musik sekarang?
Musik jaman sekarang di Indonesia lebih condong kepada musik anak ramaja bertemakan percintaan. Tidak perlu melihat terlalu jauh, keponakan saya saja hafal lagu anak remaja, dangdul koplo iwak peyek, padahal di masih berusia 3 tahun. Justru dia malah terdiam, seakan berfikir dan tidak mengenal seraya saya menyanyikan lagu anak-anak seperti "Bunda"
Mengapa demikian?
mengapa tidak, tinggal dilingkungan pedesaan yang setiap sore hari ada beberapa orang yang memainkan sound dengan keras. Sebuah lagu yang mereka senangi, yaitu lagu dewasa. Tanpa mengindahkan dihafalkan oleh anak-anak termasuk anaknya sendiri. Hal ini di sebuah desa merupakan hal yang wajar. Apa lagi orang tua yang memang tidak pernah menyanyikan lagu anak-anak, entah tak bisa atau memang malas. Acara yang di tayangkan dirumahpun lebih banyak acara musik anak muda, mulai boy band, girl band ataupun singgel. Sayangnya sang orang tua hanya bisa marah kepada sang anak jika menynyikan atau mengatakan sesuatu yang kurang baik.

Sebuah kemunduran yang patut di waspadai bagi orang tua adalah saat anak masih terlalu dini mengenal dunia anak remaja. Bagaimana tidak jika lagu yang mereka hafalkan mengenai cinta. Imaginasi yang ada dalam otak anak akan menjadi berisi tentang cinta dan pacaran, bukan lagi keceriaan atau cita-cita yang seharusnya mereka raih. Apalagi anak jaman sekarang lebih nekad dari anak-anak jaman dahulu. Apa yang harus dilakukan? memberikan penjelasan pada si anak bahwa yang ia rasakan bukanlah cinta namun kekaguman semata. Berikanlah penjelasan sedetail mungkin sehingga si anak bisa mengerti apa yang kita maksudkan.
 Masih teringat sekali saat ponakan saya masih berusia 1 tahun dan harus kurang mendapatkan kasih sayang ibunya kerena ibunya mengandung lagi. Saat hendak waktunya seorang anak tidur, aku menggendongnya. Menyanyikan lagu anak-anak speerti ambilakn bualan, bintang kecil, bunda dan lainnya. Malam hari yang sunyi kugendong keluar. ku perlihatkan bintang dilangit sambil bernyanyi lagu anak-anak, begitu terenyuh. Ponakan saya tidak rewel dan tidak menangis menjelang tidurnya. Terdiam dan seakan mengingat apa yang saya nyanyikan. Benar menurut penelitian bahwa ingatan anak masih bayi, lebih tajam. Hanya setelah sekitar setahun kemudian saya nyanyikan lagu itu, ternyata sang anak mampu menirukannya walau sepatah dua patah kata saja. Padahal setahun bukan waktu yang sebentar dan waktu pertama saya nyanyikan dia belum bisa berbicara.

Cerita ini menunjukan bahwa peran sebuah musik anak-anak sangat besar bagi pembentukan karakter sang anak. Jadikan keprihatinan tindakan nyata bukan sekedar prihatin saja karena sebuah keprihatinan hanya bisa menjadi pepesan kosong belaka tanpa sebuah tindakan.

4 komentar: