Senin, 14 November 2011

Aku pasti bisa "Disabilitas"

Posted by Haf Sari 05.40, under | 10 comments

Disabilitas dan pandangan masyarakat ?
Apa sih Disabilitas? Ok, sebelum kita membahas pokok pembahasan yaitu Disabilitas dan pandangan masyarakat. Kita coba jelaskan dulu mengenai disabilitas. Disabilitas berasal dari kata Disability atau Disabilities yang berarti Cacat. Entah itu cacat secara fisik ataupun mental. Pernakah kamu dibilang cacat? Kalau aku pernah, apalagi saat aku kecil. Memang secara fisik aku akui, aku normal dan menurutku aku normal seutuhnya. Tapi saat aku kecil nenekku sendiri kadang bilang aku cacat. Aku juga heran apa yang membuat nenekku bilang aku cacat padahal fisik maupun mental aku normal-normal saja. 
Begini ceritanya, Dulu waktu aku baru masuk sekolah SD pernah sakit. Awalnya saat aku baru masuk sekolah semua anak seakan kejam padaku. Diskriminasi dan penyiksaan secara batin terus aku alami. Kondisi keluargaku yang "Broken home" menjadi pemicu pandangan mereka terhadapku. Kadang aku berfikir, apa salahku? seperti lagunya Wali band, "Apa salahku apa salah ibuku. Hidupku dirundung pilu". Keluargaku pecah kongsi sejak aku usia 6 bulan. Disaat mereka berkata pada anaknya "duh lucunya". Kok malah curhat ? singkat saja, dengan perlakuan diskriminasi teman-teman sekolahku itulah aku jatuh sakit dan harus dirawat dirumah sakit. Sebulan dirumah sakit dan pulangnya aku tidak bisa berjalan, usia 7 tahun tidak bisa berjalan? aneh. Untung saja sekarang aku sudah bisa berlari, Walaupun aku harus telat sekolah tapi aku berfikir "kalau mereka bisa, aku pasti bisa"
Dari cerita itu lah, seakan kata teman-teman perilakuku aneh. Kok aneh? saya juga tidak tahu mengapa mereka bilang aku aneh padahal aku merasa biasa saja. Sekarang aku sudah mulai sedikit mendapat pencerahan mengapa mereka bilang aku aneh? Dengan kejadian cerita diatas aku akui jadi suka takut bersosialisasi. Aku tidak suka bergerombol jadi selalu sendiri, merasa diriku ini kecil banget "emang aku kurus kering", disaat orang lain suka badut aku malah takut, seakan berhadapan dengan monster. Perilaku yang sedikit aneh sih tapi semuah itu sudah mulai aku tinggalkan dengan bergabung dengan komunitas-komunitas yang akan sedikit membuatku keluar dari belenggu ketakutan. Tidak semua orang diluar sana memandang sebelah mata pada kita walaupun keluarga kita memandang sebelah mata. Masih banyak orang diluar sana yang menyayangi kita. Itu tadi ceritaku dengan kata Disabilitas, mana ceritamu?ikut kontes Semi SEO 

Katanya mau bahas disabilitas dan pandangan masyarakat? kok malah curhat dan main cabut saja. Ok sampai lupa. Kita kembali ke pokok pembahasan, Apa sudah mengerti arti disabilitas?. Tidak perlu terlalu jauh memandang, pandangan masyarakat terhadap disabilitas. Kita introfeksi diri dulu pada diri kita, pejamkan mata dan bayangkan jika didepan kita jauh diseberang sana dan anda ingin menolongnya, tapi terlalu jauh jadi tidak bisa, ada seorang disabilitas buta berjalan hendak menyeberang jalan. Apa yang anda fikirkan dan katakan? jika kita seorang yang bertipe memandang sebelah mata pada disabilitas kita akan berkata. "kalau buta dirumah saja" atau berkata "dimana keluarganya, orang buta dibiarkan berkeliaran". saya juga pernah lihat seorang anak kecil terjatuh bukannya ditolongin tapi dia bilang "pantesan jatuh memang anaknya gitu" kata gitu membuat saya tersinggung. Kita tinggalkan orang itu. Sekarang kita kembalikan pada kita sendiri, apakah kita mau terlahir disabilitas? jika anda ditanya seperti itu apa jawaban anda? pastinya juga tidak mau, seperti itu pula jawaban mereka yang memang penyandang disabilitas. Jujur saja saya juga tidak mau terlahir disabilitas atau ada yang menyebut saya disabilitas. Jadi intinya semua orang tidak mau terlahir disabilitas, maka dari itu jangan kamu berfikir karena aku disabilitas kau kucilkan aku, Aku punya hati juga masa depan.


Sekarang saya Tanya, apakah anda senang jika selalu tergantung pada orang lain dan dianggap tidak mampu? Jika anda seorang yang memiliki hati nurani pasti jawabannya tidak. Begitupula dengan disabilitas, mereka tidak mau hanya berpangku tangan dengan mengharapkan belas kasihan orang lain. Jika Allah memberikan kita tangan satu, kita masih punya tangan satu lagi. Jika kita tidak memiliki mata untuk melihat, kita masih memiliki telinga untuk mendengarkan, hidung untuk mencium, mulut untuk makan, kaki untuk berjalan dan tangan untuk meraba dan memegang. Dari sesuatu yang tidak dimiliki masih banyak yang kita miliki untuk menutupi kekurangan itu. Allah memberikan akal kepada kita untuk berfikir bagaimana caranya kita mensyukuri yang telah diberikan dan tidak menuntut apa yang tidak diberikan.
Bagaimana kita mensyukuri yang diberikan Allah kepada kita? Pergunakan dengan sebaiknya apa yang telah allah berikan. Bagaimana kita tidak menuntut yang tidak diberikan? Lakukan apa yang bisa kamu lakukan untuk dirimu dan tidak berpangku tangan, tidak pasrah pada keadaan yang akan membuat kamu terus berada ditempat yang sama. Banyak pengangguran diluar sana namun tidak jarang penyandang disabilitas justru sukses dengan kreatifitasnya.

Sebenarnya pandangan masyarakat terhadap disabilitas merupakan pandangan yang sudah lama mendara daging, apa buktinya? Tidak jarang orang tua membuang anaknya karena disabilitas. Dengan kemajuan teknologi pandangan itu menurut saya sudah mulai pudar. Mengapa saya bilang seperti itu? Bukti nyata banyak disabilitas sukses dengan koneksi dimana-mana. Tidak seperti jaman dahulu disabilitas memang benar-benar dikucilkan. Sekarang sudah terbentuk berbagai yayasan atau komunitas yang memberikan pelatihan dan kepedulian terhadap para disabilitas. Jaman sekarang disabilitas sudah memiliki tempat khusus yang dapat menggali kemampuan dan potensi mereka. 

Yang kedua jika saya tanya apakah jika kamu sakit, kamu suka terus tergantung pada arang lain? Jika kamu tanya pada saya, saya akan bilang "tidak". Mereka keluargaku atau temanku bahkan orang lain memiliki kehidupannya sendiri. Setiap manusia pasti pernah sakit, namun tidak ada seorangpun yang menginginkan dirinya sakit agar selalu dilayani. Saya pribadi jika sakit, selagi saya mampu melakukan sendiri, saya akan berusaha melakukannya sendiri. Mereka masih memiliki banyak kesibukan serta kewajiban, bukan karena saya tidak mau dibantu tapi sungguh aku bisa. Jika mereka bisa melakukannya maka aku pasti bisa, seperti halnya rumus matematika jika a+b=c maka b+a=c dan c-b=a serta c-a=b. Mengertikan maksud saya? jika tidak saya akan jelaskan pelan-pelan. misalkan:

orang normal
mata (a)
otak atau kemampuan berfikir (b)
maka hasilnya a+b adalah bisa membaca (c)

tuna netra
Tangan sebagai alat meraba (a)
otak sebagai kemampuan berfikir (b)
maka hasil a+b adalah bisa membaca (c)

Mereka memiliki kemampuan dan kesempatan seperti kita yang normal. Jangan katakan penyandang disabilitas tidak bisa melakukan yang kita lakuakan. Kakak ku juga tidak memiliki jari tangan, pada tangan kanannya karena sebuah kecelakaan. Namun beliau tidak pernah tergantung pada orang lain dan bisa melakukan pekerjaan seperti orang normal lainnya. Bisa ngaret kalau dalam bahasa jawa. kalau orang normal sabit dipegang namun kakakku bisa bekerja lebih cepat dengan sabit diikatkan pada lengannya, jangan salah dengan keterbatasan itu kakakku juga bisa mencangkul dengan cara memegang dengan tangan kirinya saja. Dari pada mereka anak-anak muda normal menjadi pengangguran karena malu sebagai petani dan maunya cuma kerja dikantoran serta harus tergantung pada orang tua. Penyandang disabilitas lebih memiliki kemauan dan tekat yang akan mengalahkan kemampuan orang yang normal.

Mengapa kita harus memandang mereka lemah? banyak sekali contoh nyata disabilitas mampu sukses diberbagai bidang. Sebuah bukti lain adalah adanya http://www.kartunet.com/ yang membuktikan bahwa penyandang disabelitas juga memiliki kemampuan  dalam IPTEK.

aku aja yang buat sambil nangis terharu, betabah gigihnya perjuangan mereka, perjalanan dan perjuangan hidupku tidak sekeras itu. Terganggu dengan air mata yang terus berlinang makin menghambat penyelesaian postingan. Tapi sesungguhnya aku tak ingin cengeng, adakah yang punya tips anti cengeng??

Kembali lagi, penyandang "Disabilitas mampu membuktikan bahwa mereka bisa, dengan dibentuknya http://www.kartunet.com. http://www.kartunet.com merupakan sebuah webside yang dibentuk oleh penyandang tuna netra. Bisa dibayangkan seorang tuna netra mampu mengenal dunia IPTEK sungguh luar biasa, dibandingkan dengan warga didesaku saja cuma dua orang yang ngeblog yaitu aku dan kak ahmad rosidi dari sekian ratus warganya.Sebuah webside yang akan bisa dibaca oleh semua orang diharapkan mampu mengubah pandangan masyarakat mengenai penyandang Disabilitas. http://www.kartunet.com bisa menginspirasi disabilitas lain untuk lebih baik. menginspirasi orang tua atau kerabat untuk lebih bisa mengarahkan dan mendukung kemajuan penyandang disabilitas.

Postingan ini diikut sertakan dalam kontes blogging semi seo Disabilitas dan pandangan masyarakat November 2011 pada  http://www.kartunet.com. 
 

10 komentar: