Rabu, 18 Januari 2012

Janji di ujung ketupat

Posted by Haf Sari 22.36, under | 2 comments

Sebuah cerita yang berawal dari keinginan yang kuat. Ini merupakan cerita saya sendiri. Bagi orang lain mungkin memiliki sebuah komputer adalah mudah namun bagi saya membutuhkan waktu bertahun-tahun. Keinginan memiliki sebuah komputer sudah ada sejak aku masih duduk di bangku SMP. Bersekolah disebuah sekolah Negri yang cukup bergengsi dengan teman-teman cukup berada. Hampir semua teman memiliki komputer dirumahnya. Ingin sekali memiliki komputer selain mempermudah mengerjakan tugas sekolah, aku juga bisa belajar menggunakaan atau mempraktekan pelajaran komputer dirumah. Jam untuk praktek komputer cukup singkat dikarenakan harus bergantian, satu komputer untuk 3 orang siswa, jadi kita tidak memiliki kesempatan untuk belajar lebih jauh disekolah.

Keinginan hanya tinggal angan saja, besarnya keinginan tidak merubah segalanya. Walaupun keinginanku besar untuk memiliki komputer, aku tidak berani memberitahukan pada orangtua keinginanku. Dalam benakku selalu berfikir, bisa sekolah saja sudah untung, ngapain berangan terlalu tinggi, namun aku percaya suatu saat nanti aku pasti bisa memilikinya.

Dengan perjalanan yang cukup lama,  masa SMP dan SMA aku lalui tanpa sebuah komputer pribadi. Setip hari pulang sekolah ke perpus atau kewarnet atau ke rental untuk mengerjakan tugas. Harus berjalan cukup jauh dari sekolah, menahan lapar dan dahaga hingga pulang. Bukan prestasi yang ingin kucapai namun lebih pada kemampuan. Aku selalu ingin belajar sesuatu gak setengah-setengah, termasuk ngeblog, andai ada yang mau mengajari pasti seneng banget. 

Aku bekerja diperusahaan rokok rumahan, meski gaji kecil dan tidak pasti, namun membuatku bisa bertahan hidup dan bahagia dengan banyak teman. Banyak waktu menganggur dan aku coba ngeblog dan silahkan baca ceritanya di sini. Sebuah nazarpun terucap "Jika aku mendapatkan penghasilan dari ngeblog maka aku akan membeli komputer", tidak disangka akhirnya aku mendapatkannya silahkan baca cerita lengkapnya disini. Kelanjutan cerita dalam postingan tersebut.


Satu masalah telah aku hadapi, namun masih ada sebuah masalah lain yaitu Nazar yang aku ucapkan. Nazar merupakan sebuah janji yang wajib di tepati. Hari raya telah menginjak hari ke 5, saat itu puasa syawal dan dirumahku sedang membuat ketupat dengan sayur rebung. Saat merajut ketupat aku ingat dengan Nazarku, sambil merajut ketupat aku berjanji pada diriku sendiri untuk bekerja keras mendapatkan uang, mengembalikan uang PO yang aku gunakan hari raya. Uang PO yang dinazarkan untuk membeli komputer, terpakai untuk membeli kebutuhan hari raya. Setelah hari raya masuk kerja dan kuasa Allah garapan ramai. Setiap hari pulang malam dan hampir tidak ada hari libur. Setiap minggunya aku mendapatkan uang sekitar Rp 250rb. Namun tidak semua serta merta ditabung untuk membeli komputer karena aku masih harus belanja setiap harinya. Setiap gajian aku turun dikota sambil melihat komputer didalam tokoh itu, ada selebaran yang menjual komputer bekas dengan harga Rp 1,5 jt. Tertarik karena harga lumayan tuh.

Setelah uang terkumpul Rp 1,5 jt aku kerumah paman untuk memberitahukan niatku itu. Namun paman tidak melarangku membeli komputer bekas dan ia berkata, kamu beli saja peralatannya semua dan aku yang akan rakitkan. Bersyukur, dan mulai memilih komponen-komponennya dan diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 2jt. Keesokan harinya aku memberikan uangnya ke paman dengan pinjam uang ibuku Rp 500rb. Tidak disangka saat selesai lengkap dengan antena internet jumlah dana membengkak hingga Rp 3,....Jt. Cukup kelimpungan dan akhirnya saya meminjam uang ke ibu lagi sebesar Rp 700rb dan masih kurang Rp 800rb.

Nazar tercapai dan janji pun kutepati, serba kebetulan dan sangat berkesan.

2 komentar: