Sabtu, 14 Juli 2012

Misteri keberangkatan ke Solo

Posted by Haf Sari 22.20, under , | No comments


Hari jum'at tanggal 13 juli 2012 jam 07.30, aku berangkat dari rumah menuju Blogilicious Solo. Perhitungan waktu sesuai informasi via Internet, Perjalanan dari terminal bungur menuju terrminal Solo membutuhkan waktu 8 Jam. Sebenarnya idealnya aku berangkat jam 12.00 malam. Tapi tidak mungkin juga aku berangkat jam 12 malam. Saat berangkat, aku tidak langsung naik ojek, namun ke rumah bibi. Mencari Ojek di daerahku saat malam hari itu lumayan sulit. Sehingga aku memutuskan berada di rumah bibi dulu, Jam 09.00 malam baru berangkat dari rumah bibi dengan di antar suami dari bibi "pamam".

Sial sekali malam ini, sama om di antar ke Terminal Pandaan untuk naik bus menuju terminal bungur. Apa yang terjadi kok sepi, sebenarnya aku sudah curiga, tapi di ujung sana terlihat dua orang cewek. Paman berkata "tuh ada 2 cewek nunggu bus", akupun turun dari motor. Paman langsung pergi, setelah paman pergi, dua cewek itu menyapa " mbak mau naik bus? busnya tidak masuk terminal, klo mau langsung saja ke pasar buah". Kaget dan panik, paman sudah terlanjur pulang, letak pasar buah lumayan jauh dan harus berkali-kali menyabrang.
Menuju pasar buah, disini sudah ada 3 orang yaitu 2 cewek dan 1 cowok. Berkali-kali bus lewat tapi tidah ada yg mau berhenti. Beberaapa lama ada sebuah bus, sepertinya mau berhenti, aku bersiap untuk langsung naik. Tapi kok tumben sepi banget, padahal bus lainnya penuh. Disini ternyata bus yang aku tumpangi adalah bus patas, makanya dua penumpang tidak ikut naik.

Aku tidak begitu peduli naik patas ataupun ekonomy yang penting sampai tujuan, apalagi kalau sudah hampir terlambat. Ok on the way  to bungur, mulai bingung karena turunnya tidak berada di tempat biasanya. Apa Terminal Bungur pindah ? enggak, tapi biasanya aku naik bus ekonomy eh sekarang naik bus patas, maklum lah kan kerjanya di rumah saja. Tapi jangan salah, saya bukan seseorang yang terlalu OON, setiap saya mengalami hal tersebut, saya selalu melihat orang terbanyak berjalan kesana, baca tulisan petunjuk arrah atau bertanya pada orang yang berkompeten misal sopir, kernet atau petugas terrminal.

Terkejut banget, saat menuju tempat tunggu bus, disana penumpang menumpuk. Setiap bus yang datang langsung penuh, bukan hanya di tempat tunggu tapi di jalur juga banyak calon penumpang. Lama menunggu, akhirnya aku putuskan untuk bertanyakepada petugas terminal. 
aku :Pak untuk keberangkatan bus ke Solo jam berapa pak? 
Petugas : Nanti juga ada, tapi mendingan mbak naik yang Ekonomi saja, lebih banyak armada dan juga ber AC
Aku  : tapi pak, bus ekonomi kan sering berhenti.
Petugas : mbak fikir sendiri saja, Bus menuju Solo Patas itu sedikit. Sedangkan calon penumpang begitu banyak. yang menunggu di tempat kedatangan saja segitu banyaknya, belum lagi yang menunggu di peron.
Aku : Untuk bus ekonomi di sebela mana pak?
Petugas : di depan sana mbak.
Aku : terima kasih pak
petugas : sama-sama

Aku bergegas menuju tempat keberangkatan bus ekonomi jurusan solo. Ternyata disini juga banyak yang sedang menunggu walaupun tidak sebanyak di tempat bus patas. Setiap bus yang datang selalu terisi penuh penumpang. Terkadang penumpangpun memutuskan naik dan berdiri, dengan resiko akan berdiri sampai tempat tujuan. Aku bergegas menuju tempat kedatangan Bus padahal jam sudah menunjukan pukul 11 malam, sambil duduk di pembatas yang terbuat dari batako besar, aku menengok kanan kiri. Sekitar beberapa menit aku melihat sebuah bus yang melaju setelah istirahat dan dalam keadaan kosong. Dalam suasana remang-remang aku berusaha melihat dan membaca tulisan jurusan yang lumayan tidak jelas dari kejauhan. Solo, itu bus jurusan Solo dalam benakku. aku langsung berlari mengejar bus itu walaupun orang-orang di sampingku diam saja.

Dengan lumayan berdesakan aku masuk kedalam bus tersebut. Melihat dan mencari tempat duduk yang kosong. Duduk dekat jendela pilihanku, kemudian datang seorang mudah cewek dan cowok duduk di sampingku. Perjalanan dimulai, sekitar beberapa satu jam perjalanan dan semua orang sudah mulai tidur, aku mendengar suara kucing. Aku biarkan dengan anggapan suara handphone ( HP ) mirip dengan suara kucing. Berkali-kali kucing tersebut berbunyi, aku mulai melihat kebawah tempat dudukku karena aku mendengar suara tersebut dari bawah tempat dudukku. Ternyata tidak ada .....

Sekitar satu jam kemudian aku hendak tidur karena sudah sangat malam. Saat mataku mulai ingin terlelap, tiba-tiba ada yang seperti menyentuh pergelangan kaki kiri. Aku cuwek saja, dengan menggoyang-goyangkan kakiku. Tapi hal tersebut berkali-kali terjadi dan yang terakhir adalah kedua pergelangan kaki yang seperti ada yang menyentuh. Aku terkejut dan langsung mengambil HP dan menyalakan lampu senter handphone. Aku mulai mencari sesuatu yang berada di bawah tempat dudukku dengan bantuan senter HP. Tapi tidak ada..

Ketakutan mulai menggelayuti dan suara wanita minta tolongpun aku mendengarnya. Namun suara itu tidak lama, hanya beberapa kali saja. Akhirnya aku mengangkat kedua kakiku ke atas, namun mungkin itu terlalu membuatku capek. Setelah kakiku mulai kesemutan aku menurunkan kakiku. Mungkin penyebab kaki kesemutan adalah kurang lancar peredaran darah kaki saat di lipat. Apalagi cowok di sampingku berkali-kali tertidur dengan bersandar padaku, maaf mas bukan muhrim. Aku membangunkannya dan menegornya, cowok itu bangun, merubah posisinya tapi tetap saja, jika tertidur bersandar lagi. Ketakutan masih menderah, sehingga malam itu aku tidak bisa tidur sampai tujuan. Akhirnya sampai di terminal. Hal yang langsung di cari saat baru sampai di terminal adalah Kamar mandi. Beberapa menit kemudian saat mengantri kamar mandi terdengar suarah Adzan Subuh. Aku beranjak dari situ, mengikuti arah panah Masjid. Namun untuk ke Masjid harus membayar uang Rp 500 sebagai uang bayar masuk terminal. Akhirnya aku mengantri di kamar mandi sebelah Masjid. Perut ku mulai berbunyi, aku mulai mencari sarapan, mungkin aku tidak begitu sering makan di luar jadi tidak tahu menu apa itu, yang aku kenal hanya nasi rawon, Bakso dan Mie Ayam. Untuk sarapan cocoknya nasi rawon saja dengan di temani teh hangat. Kurang tidur dan istirahat semoga tidak mengganggu kesehatanku, aku beranjak dari terminal sekitar jam 7.30 pagi naik bus jurusan wonogiri, dalam sms menyuru saya turun di Luwes Loji wetan. Baru keluar dari terminal aku sudah berkata kepada sang kernet, turun di Luwes Lojiwetan. Beliau menjawab "iya". Karena tidak puas aku bertanya lagi "Masih jauh gak pak?" pak kernet menjawab "jauh, nanti saya kasi tahu kalau sudah sampai". Sedikit tenang dan aku mulai tidur. Aku terbangun dan merasa tidurku cukup lama, aku menanyakan ke kernet " pak belum sampai kah?". Pak kernat : belum mbak, emang embak mau turun di mana tadi? . Aku : luwes lojiwetan. Pak kernet : Wah mbak kelewatan jauh kalau Lojiwetan, mbak turun disini dan naik bus itu saja untuk balik. Aku : terima kasih pak. Aku langsung berlari mengejar bus itu, ternyata kata pak kernet aku masih harus oper lagi karena, bus kecil dari tempatku itu menuju loji wetan tidak ada. Pak kernet satu ini baik, mau mencarikan mobil selanjutnya. Pak kernet terakhir menyebutkan "Lojiwetan", aku bersiap turun dan saat turun aku memastikan dengan bertanya lagi kepada pak kernet "Lojiwetan kan pak?" pak kernet menjawab "iya ini Lojiwetan". Disini aku masih kebingungan karena tidak ada banner IBN atau Blogilicious. Pak tukang becak bertanya "becak mbak, mau kemana?" Aku menjawab " mau ke Graha Raya Solo" pak tukang becak menjawab "itu Graha Raya Solo" sambil menunjuk gedung di seberang jalan. Sampai tulisan ini di publis aku belum tidur, semoga tetap sehat selalu walaupun Flu sudah mulai menyerang.

0 komentar: